Pages

Sinar-Y dari Core Lubang Hitam Bima Sakti

Jurnal KeSimpulan.com - Streaming jet hantu core Bima Sakti. Samar sinar gamma (γ-ray) membuka teka-teki aktivitas terakhir lubang hitam supermasif galaksi.

Astronom menemukan bukti terbaik rakasasa gravitasi aktif yang duduk di pusat Bima Sakti. Lubang hitam supermasif Sagittarius A* memancarkan sepasang flare sinar-γ. Ketika memakan bintang dan awan gas berjalan terlalu dekat, lubang hitam pusat galaksi meludah jet melintas jarak kosmik.

Namun lubang hitam Bima Sakti tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas tersebut.

Sekarang, Fermi Gamma-ray Space Telescope merekam beberapa sinyal samar γ-ray bahwa Sagitarius A* sesungguhnya tidak tenang.

Bahkan lubang hitam mungkin aktif baru saja yaitu 20.000 tahun lalu setelah menelan awan gas bermassa 100 kali Matahari.

Douglas Finkbeiner, astronom Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts, dan rekan melapor ke arXiv.

"Jika fitur ini benar-benar pancaran γ-ray dari Sagitarius A*, lubang hitam galaksi supermasif kita tidak selalu tenang seperti yang kita amati saat ini," kata Fred Baganoff, astronom Massachusetts Institute of Technology Cambridge.

Teka-teki abadi. Sagitarius A* yang tumbuh 1.000 kali nampak terlalu lambat untuk mencapai massa saat ini dari sekitar 4 juta massa Matahari sejak galaksi terbentuk 13,2 miliar tahun lalu.

"Jika dikonfirmasi, keberadaan emisi γ-ray memberi bukti kuat rentang waktu bagi keberadaan aktivitas yang lebih tinggi di masa lalu," kata Baganoff.

Jet mungkin juga bertanggung jawab untuk fitur galaktik lain yang menarik. Dua gelembung raksasa emitting sinar-γ yang dilaporkan Finkbeiner dan rekan pada tahun 2010 menggunakan teleskop yang sama.

Kedua gelembung dan jet berasal di dekat core Bima Sakti dan meluas 8.278 parsecs (27.000 tahun cahaya) ke luar. Kedua fitur didukung oleh tabrakan antara energi foton rendah (gelombang radio atau cahaya inframerah) dan elektron yang mendekati kecepatan cahaya yang meningkatkan foton untuk energi sinar-γ.

Gelembung berorientasi tegak lurus terhadap bidang datar Bima Sakti, sedangkan jet memancar keluar pada sudut 15 derajat. Kemiringan ini menunjukkan disk gas berputar-putar dan bintang-bintang yang dimakan. Orientasi spin lubang hitam.

Meskipun emisi redup dan pengamatan tidak memiliki signifikansi statistik yang dapat memberikan bukti kepada astronom, Baganoff mengatakan beberapa properti menunjukkan bukti kuat jet.

"Mengambil semua bukti bersama-sama, tampak sangat masuk akal bahwa fitur jet berasal dari pusat Galaksi," kata Baganoff.

Evidence for Gamma-ray Jets in the Milky Way

Meng Su, Douglas P. Finkbeiner

arXiv:1205.5852 (Submitted on 26 May 2012)

Akses : arXiv:1205.5852


Giant Gamma-ray Bubbles from Fermi-LAT: Active Galactic Nucleus Activity or Bipolar Galactic Wind?

Meng Su, Tracy R. Slatyer, and Douglas P. Finkbeiner

The Astrophysical Journal, Volume 724 Number 2, 2010 November 10

Akses : DOI:10.1088/0004-637X/724/2/1044

Gambar: David A. Aguilar (CfA)

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment