Pages

Parapercis cylindrica Juga Ganti Kepribadian

Jurnal KeSimpulan.com - Ikan hermaprodit menemukan tongkat kepribadian. Mengubah seks datang secara alami bagi ikan Sharpnose Sandperch (Parapercis cylindrica).

Berganti jenis kelamin hal yang mudah tapi make over kepribadian merupakan masalah lain. Tidak begitu bagi ikan karang hermaphroditic yang dapat berubah dari perempuan menjadi laki-laki, kepribadiannya juga metamorfosis.

Setelah ganti kelamin, wanita lebih aktif dan agresif seperti umumnya laki-laki.

Laporan baru memiliki implikasi bagi penyelidikan evolusi dan ekologi tentang seksualitas, gender dan populasi hewan umumnya.

Sharpnose Sandperch (Parapercis cylindrica) merupakan masyarakat ikan di terumbu karang Indo-Pasifik.

Setiap laki-laki membentuk harem dengan mengumpulkan hingga 10 perempuan.

Tapi Dennis Sprenger, ekolog University of Tübingen di Jerman, menciptakan 48 harem. Setiap harem terdiri dari 1 pria dan 2 wanita di akuarium Lizard Island Research Station di North Queensland, Australia.

Setelah 16 hari laki-laki dihapus untuk mendorong ganti kelamin pada wanita menjadi dominan. Tingkat aktivitas dan agresi ikan individu diukur berulang kali pra, selama dan pasca induksi ganti kelamin.

"Wanita dan laki-laki sering memaksimalkan kesempatan untuk reproduksi dan ketahanan hidup dengan cara yang berbeda dan menggunakan strategi perilaku berbeda," kata Stefan Walker, oseanografer James Cook University di Australia.

"Namun kami menemukan bahwa perilaku yang dinyatakan dalam fase perempuan tidak terlepas dari perilaku yang dinyatakan dalam fase laki-laki pada tingkat individu."

Sementara agresi rata-rata meningkat selama ganti kelamin ketika perempuan mereka mengadopsi peran laki-laki, keterbatasan genetik untuk adaptasi independen, perilaku jenis kelamin menjelaskan mengapa tipe kepribadian beragam di alam dan dipertahankan melalui masa evolusi.
Aggressive females become aggressive males in a sex-changing reef fish

penulis1
Dennis Sprenger1, Niels J. Dingemanse2,3, Ned A. Dochtermann4, Jennifer Theobald1, Stefan P. W. Walker5
  1. Animal Evolutionary Ecology, Institute for Ecology and Evolution, University of Tübingen, Tübingen, Germany
  2. Evolutionary Ecology of Variation Group, Max Planck Institute for Ornithology, Seewiesen, Germany
  3. Department of Biology II, Ludwig-Maximilians University of Munich, Planegg-Martinsried, Germany
  4. Department of Biological Sciences, North Dakota State University, ND, USA
  5. Australian Research Council Centre of Excellence for Coral Reef Studies, and the School of Marine and Tropical Biology, James Cook University, Townsville, QLD, Australia
Ecology Letters 26 JUN 2012

Akses : DOI:10.1111/j.1461-0248.2012.01819.x
Gambar : John E. Randall/FishBase.org

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment