Pages

Kompetisi Serangga dan Burung di Udara

Jurnal KeSimpulan.com - Burung predator kuno menghapus serangga besar. Kompetisi di udara memanfaatkan oksigen ekstra atmosfer. Kuasa Serangga dikudeta burung.

Ketika prekuel prasejarah dimulai hingga era Godzilla 150 juta tahun lalu, serangga mengerikan bertemu azab saat bertempur dengan nenek moyang burung modern. Perjuangan epik berkobar di era ledakan pertumbuhan serangga bertepatan upticks jumlah oksigen di udara.

Dimulai periode Cretaceous, predator membuat serangga bersembunyi di tanah bawah.

"Saat itulah burung berevolusi dan menjadi lebih baik terbang," kata Matthew Clapham, paleontolog University of California Santa Cruz.

"Meskipun oksigen terus meningkat selama waktu itu, serangga tetap kecil," kata Clapham.

Serangga supersize telah berulang kali ditunjukkan di laboratorium. Kumbang dan capung yang menghirup kaya oksigen cenderung tumbuh lebih besar.

Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa menempatkan gas di atmosfer mendorong pertumbuhan raksasa serangga, tetapi hanya untuk beberapa jenis serangga saja. Ilmuwan lain percaya ledakan oksigen menjadi energi universal yang meningkatkan metabolisme serangga apapun.

Clapham dan Jered Karr menyelidiki lebih dari 10.500 spesimen fosil berdating 320 juta tahun terakhir. Mereka membandingkan perubahan ukuran maksimum dari waktu ke waktu terhadap perubahan oksigen atmosfer sebagai direkonstruksi sedimen kuno.

"Ada banyak teori ukuran tubuh dan oksigen, tapi masalahnya tidak cukup fosil untuk benar-benar menguji teori. Ini dataset paling komprehensif yang dikumpulkan sampai saat ini," kata Wilco Verberk, ekolog fisiologi serangga Plymouth University di Inggris.

Serangga kecil menyeramkan di mana-mana di sepanjang catatan. Tapi yang terbesar dari serangga besar ketika oksigen naik. Sekitar 300 juta tahun lalu, sayap capung seukuran bangau modern. Pada saat itu, oksigen menempati lebih 30 persen akun atmosfer dibandingkan 21 persen pada hari ini.

Serangga terbesar menyusut karena kadar oksigen menurun selama periode Triassic dan Jurassic, meskipun belalang titanopterans masih memiliki sayap hingga 36 sentimeter. Sekitar 150 juta tahun lalu, serangga raksasa menghilang meskipun kadar oksigen sudah mulai bangkit kembali.

Satu penjelasan tentang kegagalan serangga mendapatkan kembali kejayaan adalah era evolusi burung. Archaeopteryx dengan kemampuan manuver. Clapham berspekulasi para pendatang baru berbulu melahap bug besar.
Environmental and biotic controls on the evolutionary history of insect body size

Matthew E. Clapham1 and Jered A. Karr
  1. Department of Earth and Planetary Sciences, University of California, Santa Cruz, CA 95064
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) June 4, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1204026109
Gambar : Wolfgang Zessin

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment