Pages

Jeda Singkat Letusan Gunung Berapi Super

Jurnal KeSimpulan.com - Gunung berapi super memiliki sekering super pendek. Laporan baru menemukan letusan super vulcano memiliki waktu jeda jauh lebih singkat.

Letusan mega gunung berapi mampu mengakhiri seluruh peradaban lebih cepat dibanding perkirakan sebelumnya. Letusan ratusan kali lebih kuat dari letusan gunung berapi konvensional seperti Eyjafjallajokull Islandia yang membatalkan maskapai penerbangan di seluruh Eropa pada tahun 2010.

Letusan super Toba 73.000 tahun lalu, melempar planet Bumi ke dalam kulkas musim dingin vulkanik.

Para ilmuwan telah menunjukkan bukti-bukti akibat letusan Toba ini menyisakan populasi manusia hanya beberapa ribu pasang.

Guilherme Gualda, enviromentalis Vanderbilt University, dan rekan menemukan metode dating geologi dari ruang magma raksasa pemicu letusan super.

Pancake berbentuk kolam batuan cair hingga 40 kilometer dan sedalam 5 kilometer. Seiring waktu dan bertahap menggelembung dan mengubah sifat fisik dan kimia.

"Daripada berlangsung selama ratusan ribu tahun, penelitian kami menunjukkan ketika kolam magma membesar mungkin hanya beberapa atau bahkan ratusan tahun," kata Gualda.

Gualda memeta sisa-sisa Bishop Tuff di Long Valley, letusan super di timur-tengah California 760.000 tahun lalu. Ruang magma memiliki masa hidup antara 500 hingga 3000 tahun dari formasi untuk erupsi. Ketika meleduk menyebabkan setengah daratan Amerika Utara tertutup abu.

Metode dating konvensional menggunakan kristal zirkon yang mengandalkan peluruhan radioaktif uranium dan thorium yang melebih-lebihkan rentang hidup ruang magma. Sebaliknya, tim peneliti beralih ke kuarsa. Gualda membelah kristal individu untuk memeriksa lapisan berbeda dalam ukuran mikron.

"Kristalisasi kuarsa menunjukkan rentang waktu jauh lebih pendek dari zirkon. Membawa peristiwa dari skala waktu geologi ratusan tahun."
Timescales of Quartz Crystallization and the Longevity of the Bishop Giant Magma Body

Guilherme A. R. Gualda1, Ayla S. Pamukcu1, Mark S. Ghiorso2, Alfred T. Anderson Jr3, Stephen R. Sutton3,4, Mark L. Rivers3,4
  1. Vanderbilt University, Earth & Environmental Sciences, Nashville, Tennessee, United States of America
  2. OFM Research - West, Seattle, Washington, United States of America
  3. The University of Chicago, Geophysical Sciences, Chicago, Illinois, United States of America
  4. The University of Chicago, Center for Advanced Radiation Sources, Argonne, Illinois, United States of America
PLoS ONE, 7(5): e37492, May 30, 2012

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0037492
Guilherme Gualda http://www.vanderbilt.edu/ees/people/faculty/GuilGualda.php

Gambar : NASA/JPL
Video : Guilherme Gualda et.al., PLoS ONE, DOI:10.1371/journal.pone.0037492
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube


Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment