Pages

Hidup di Pedesaan Lebih Tahan Peradangan

Jurnal KeSimpulan.com - Kekebalan sistem imun tubuh. Sejak usia dini, orang-orang Shuar di Amazon Ekuador terpapar parasit, virus, dan mikroba lainnya.

Tapi jika anak bertahan hidup sampai dewasa, mengingat mereka 3 kali lebih mungkin meninggal sebelum usia 5 dibanding anak-anak di Amerika Serikat dan Kanada, mereka berakhir dengan sistem kekebalan yang lebih efisien dibanding orang yang tinggal di negara industri.

Peradangan adalah bagian dari respon kekebalan tubuh yang sehat.

Tubuh mengatur serangan gencar dan bahan kimia untuk menyembuhkan cedera dan melawan infeksi.

Namun terkadang proses berjalan serba salah karena berbagai faktor.

Obesitas, penyakit periodontal, stres, atau infeksi kronis seperti herpes terus merangsang sistem kekebalan tubuh.

Hal ini pada akhirnya mengganggu jaringan sehat, meningkatkan resiko serangan jantung, stroke, diabetes, kanker, dan penyakit autoimun.

Peradangan kronis tersebar luas di negara-negara industri dan peneliti bertanya-tanya apakah juga merajalela di negara-negara non industri di mana lebih sedikit orang yang kelebihan berat badan tetapi banyak yang terkena penyakit menular akut.

Thomas McDade, bioantropolog Northwestern University di Chicago, Illinois, dan rekan mengukur tingkat C-reactive protein (CRP) dalam darah, penanda respon inflamasi seseorang. Sampel darah 4 minggu berturut-turut dari 52 orang dewasa antara usia 18 dan 49 di masyarakat Shuar dekat kota SucĂșa di dataran rendah Amazon, Ekuador.

Beberapa orang dewasa memiliki tingkat tinggi CRP pada suatu titik dalam waktu yang menunjukkan respon inflamasi akut infeksi. Hal ini berbeda dengan pola di negara-negara industri dimana CRP secara kronis meningkat pada sekitar sepertiga orang dewasa. Tim melapork ke American Journal of Human Biology.

"CRP naik ketika Anda membutuhkannya, tapi hampir tidak terdeteksi ketika Anda tidak butuh, setelah infeksi sembuh," kata McDade.

Paparan mikroba di awal kehidupan mungkin menyempurnakan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mengatur respon terhadap infeksi akut dan ringan. Lebih efisien dengan apa yang disebut "hygiene hypothesis". Anak-anak yang terkena mikroba seperti di peternakan, misalnya, cenderung kurang mengembangkan alergi di kemudian hari.

"Peradangan kronis menjadi penyakit kemakmuran," kata McDade.
Analysis of variability of high sensitivity C-reactive protein in lowland ecuador reveals no evidence of chronic low-grade inflammation

Thomas W. Mcdade1,2, Paula S. Tallman1, Felicia C. Madimenos3,4, Melissa A. Liebert3,4, Tara J. Cepon3,4, Lawrence S. Sugiyama3,4,5, James Josh Snodgrass3,4
  1. Department of Anthropology, Northwestern University, Evanston, Illinois
  2. Cells to Society: The Center on Social Disparities and Health at the Institute for Policy Research, Northwestern University, Evanston, Illinois
  3. Department of Anthropology, University of Oregon, Eugene, Oregon
  4. Institute of Cognitive and Decision Sciences, University of Oregon, Eugene, Oregon
  5. Center for Evolutionary Psychology, University of California, Santa Barbara, California
American Journal of Human Biology 26 MAY 2012

Akses : DOI:10.1002/ajhb.22296
Gambar : Dilupear/En Wikipedia

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment