Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Genom Manusia dengan Simpanse dan Bonobo

Jurnal KeSimpulan.com - Sekarang kita membaca kitab genom dua kerabat terdekat. Genom bonobo mengungkap pergaulan bebas dalam sejarah masa lalu manusia.

Tujuh tahun lalu genom simpanse selesai, hari ini genom bonobo telah diterbitkan dan sekarang para ilmuwan membandingkannya dengan genom manusia. Svante Pääbo, bioantropolog Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, dan tim melapor ke Nature.

Simpanse (Pan troglodytes) sekarang harus berbagi kerabat hidup yang paling dekat dengan kita dalam kerajaan hewan.

Ini pertanyaan penting karena bonobo (Pan paniscus) dan simpanse hidup dalam masyarakat sangat berbeda.

"Kita sangat erat terkait genetik, namun perilaku sangat berbeda," kata Janet Kelso, biolog komputasi Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology.

Bonobo adalah masyarakat yang didominasi perempuan dan hidup sangat damai. Sedangkan simpanse adalah masyarakat yang didominasi pria dan jauh lebih agresif.

Siapa leluhur manusia paling dekat? Simpanse atau bonobo, disamping gorila dan orangutan (genus Pongo).

Sejak peneliti sequencing genom simpanse pada tahun 2005, manusia memiliki pangsa DNA 99% simpanse. Tapi sebenarnya ada spesies lain yaitu bonobo. Hal ini mendorong banyak spekulasi tetang kerabat sedarah nenek moyang manusia. Upaya sequencing internasional dipimpin dari Max Planck.

Kita berpisah dari simpanse dan bonobo 4,5 juta tahun lalu. Simpanse dan bonobo berpisah sekitar 1 juta tahun lalu. Kita belum tahu apakah nenek moyang manusia lebih dekat simpanse atau bonobo. Tapi sekarang ada petunjuk berapa banyak kandungan keanekaragaman genetik di dalam ketiganya.

Genom bonobo tidak menunjukkan tanda bahwa gen lewat di antara bonobo dan simpanse setelah mereka berpisah. Ini menunjukkan kedua spesies benar-benar terpisah dan tidak melakukan kawin campur. Mungkin mereka terpisah satu sama lain ketika Congo River terbentuk sehingga berkembang secara terpisah.

Tapi bukan apa yang terjadi di awal ketika manusia memisahkan diri dari simpanse dan bonobo. Analisis Pääbo menunjukkan lebih dari 3 persen genom manusia lebih erat terkait dengan simpanse dan bonobo dibanding masing-masing simpanse dan bonobo itu sendiri. Artinya, nenek moyang kita melakukan kawin campur dengan keduanya untuk sementara waktu.

Hasil serupa muncul dari genom gorila (genus Gorilla) yang dipublikasikan awal tahun ini. Nenek moyang gorila memisahkan diri dari kera besar lain sekitar 10 juta tahun lalu, tapi sesekali masih kawin dengan nenek moyang manusia dan simpanse.

Temuan ini menambah bukti kera dan hominin memiliki hubungan keturunan yang kusut. Manusia modern kawin dengan setidaknya dua hominin lain yaitu Neanderthal dan Denisovans, dan tampaknya, jutaan tahun lalu, nenek moyang mereka juga kawin dengan kera non hominin.
The bonobo genome compared with the chimpanzee and human genomes

Kay Prüfer1 et.al.
  1. Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, D-04103 Leipzig, Germany
Nature 13 June 2012

Akses : DOI:10.1038/nature11128
Gambar : Kay Prüfer et.al., Nature, DOI:10.1038/nature11128

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment