Pages

Ekspansi Spesies dari Ventilasi Hidrotermal

Jurnal KeSimpulan.com - Penumpang gelap yang keluar dari kegelapan laut dalam di kapal selam untuk menjajah wilayah baru. Laporan di Conservation Biology.

Oseanografer yang meneliti kehidupan laut dalam di sekitar ventilasi hidrotermal menemukan beberapa spesies hardy yang mampu bertahan dari perubahan ekstrim dalam tekanan yang terjadi ketika sebuah kapal selam penelitian naik ke permukaan.

Sebuah spesies secara tidak sengaja terbawa oleh submersible ke wilayah baru yang berpotensi merusak ekosistem laut.

Kapal selam berawak Alvin untuk mengumpulkan sampel spesies dari Juan de Fuca Ridge di bawah Samudra Pasifik timur.

Tim menemukan 38 keong laut (Lepetodrilus gordensis) di antara sampel yang terkumpul.

Menariknya spesies ini hanya hidup di ventilasi Ridge Gorda sejauh 635 km ke selatan situs menyelam.

"Pertanyaan besar bagaimana mereka menempuh 600 kilometer dari habitatnya?" kata Janet Voight, zoolog Field Museum of Natural History di Chicago.

"Kami berpikir individu harus terangkut dari Ridge Gorda oleh submersible kami. Meskipun kami membersihkan submersible setelah pengambilan sampel, kita berasumsi perubahan tekanan yang ekstrim akan membunuh spesies. Ternyata tidak."

Pengenalan spesies baru ke ekosistem oleh manusia sering tidak disengaja. Tantangan bagi konservasi. Tidak dapat diprediksi bagaimana efek dan reaksi spesies baru dengan lingkungan baru. Aktivitas selam meningkatkan kemungkinan, tetapi sampai sekarang hidrotermal dianggap terlalu ekstrim dan terisolasi sebagai sumber spesies invasif.

Salah satu ancaman terbesar di lingkungan pesisir yang ditimbulkan oleh spesies invasif bagi spesies asli adalah penyakit, patogen dan parasit baru yang dapat menyebabkan kematian massal. Penyakit yang mungkin ada di lingkungan ekstrim lubang hidrotermal belum diteliti dengan baik.

"Ini memiliki implikasi untuk eksplorasi masa depan lubang hidrotermal karena mengungkap potensi risiko perubahan didorong manusia bagi ekosistem."
Scientific Gear as a Vector for Non-Native Species at Deep-Sea Hydrothermal Vents

Janet R. Voight1, Raymond W. Lee2, Abigail J. Reft3, Amanda E. Bates4
  1. Department of Zoology, Field Museum of Natural History, 1400 S. Lake Shore Dr., Chicago, IL 60605, U.S.A., email jvoight@fieldmuseum.org
  2. School of Biological Sciences, Washington State University, Pullman, WA 99164, U.S.A.
  3. Department of Evolution, Ecology & Organismal Biology, 1315 Kinnear Rd., The Ohio State University, Columbus, OH 43212, U.S.A.
  4. Institute of Marine and Antarctic Studies, University of Tasmania, Private Bag 49, Taroona 7001, Australia
Conservation Biology, 23 MAY 2012

Akses : DOI:10.1111/j.1523-1739.2012.01864.x
Gambar : Todd Haney

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment