Pages

Chaostik Orbit Biner Bulan Sistem Pluto

Jurnal KeSimpulan.com - Bulan Pluto tawarkan petunjuk dunia alien. Pluto bukan lagi dunia tepi yang kesepian. Sistem Pluto menjadi miniatur sistem bintang biner.

Apapun statusnya, planet atau bukan, Pluto dan bulan-bulannya banyak memberitahu kita tentang cara lain dunia pengorbit bintang jauh. Gerakan satelit Pluto tidak hanya nol pada massa tapi planet yang mengorbit bintang ganda lebih banyak spasi satu sama lain dibanding seperti bintang tunggal Matahari.

Setelah lama dianggap sebagai dunia kesepian di tepi tata surya, Pluto sekarang memiliki 4 bulan.

Bulan Charon ditemuan pada 1978, memiliki ukuran setengah Pluto.

Tahun 2005, teleskop luar angkasa Hubble melihat dua lagi yaitu Nix dan Hydra.

Lalu tahun 2011, Mark Showalter dari SETI Institute menemukan bulan keempat yaitu S/2011 P1 atau P4.

Dalam mitologi, Pluto adalah dewa dunia bawah tanah. Nama-nama satelit mencerminkan tema gelap. Charon adalah jiwa yang mati di Sungai Styx. Nix adalah dewi malam dan Hydra adalah rakasa berkepala sembilan yang tinggal di sebuah danau dekat pintu masuk bawah tanah.

Sekarang astronom Andrew Youdin, Kaitlin Kratter dan Scott Kenyon dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts, menganalisis bulan Pluto yang belum memiliki nama permanen. Ini terkecil dalam kelompok dan bergerak di antara orbit Nix dan Hydra.

"Nix dan Hydra lebih besar, semakin kuat mereka mendorong bulan lain di sekitarnya," kata Youdin.

Nix dan Hydra harus kurang dari 1/1.000.000 massa Lunar di Bumi atau gravitasi mereka dirobek satelit terkecil. Itu masih berarti 2 satelit bisa beberapa kali lebih besar dari bulan Phobos di Mars. Jika terbuat dari es, masing-masing diamater Nix dan Hydra kurang 46 dan 56 kilometer.

Nix, Hydra dan S/2011 P1 tidak benar-benar mengorbit Pluto. Mereka mengelilingi pusat massa Pluto dan Charon, karena Charon memiliki masifitas 12% dari Pluto. Dengan demikian, Pluto dan Charon menyerupai bintang ganda, dan 3 planet-planet di sekitarnya. Temuan ini membawa implikasi tentang sistem planet pengorbit bintang ganda.

"Stabilitas jauh lebih halus di sekitar bintang tunggal. Terjadi desakan dan sebagainya agar sistem stabil untuk waktu yang lama, pemisahan planet harus lebih luas," kata Youdin.

Tidak harus berharap planet bintang biner memiliki sifat yang sama dengan sistem planet pengorbit bintang tunggal. Planet-planet harus lebih menyebar satu sama lain dan saling memberi ruang lebih dinamis. Wahana NASA New Horizons mencapai Pluto pada tahun 2015 nanti untuk menyelidiki pertanyaan ini.
Circumbinary Chaos: Using Pluto's Newest Moon to Constrain the Masses of Nix & Hydra

Andrew N. Youdin1, Kaitlin M. Kratter1, Scott J. Kenyon1
  1. Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics
arXiv : 1205.5273 (Submitted on 23 May 2012)

Akses : arXiv:1205.5273
Gambar : NASA/ESA/M. Showalter (SETI institute)

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment