KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Selasa, 26 Juni 2012

Asal-Usul Domestikasi Kuda 6000 Tahun Lalu

Jurnal KeSimpulan.com - Pecahan keramik dengan jejak susu kuda, kuburan massal dan gambar kuda dengan bajak dan kereta. Kuda adalah sekutu sejarah manusia.

Beberapa petunjuk arkeologi yang ditinggalkan orang-orang kuno mengisyaratkan pentingnya kuda dalam hidup mereka. Tapi menempatkan tempat dan tanggal domestikasi kuda telah menjadi tantangan penitng bagi dunia arkeolog.

Tim genetikawan menyelidiki keturunan kuda modern untuk mengumpulkan gambaran evolusi masa lalu secara bertingkat.

Kuda pertama kali dipeliharaan di bagian barat Stepa Eurasia, Ukraina dan Kazakhstan Barat, 6000 tahun lalu.

Sebagai hewan yang telah didomestikasi, kuda secara teratur kawin dengan kuda liar.

Sepanjang sejarah, kuda telah kawin, diperdagangkan antar masyarakat dan berpindah ke seluruh benua. Sejarah genetik yang sulit diikuti.

"Domestikasi kuda telah banyak mengubah kebudayaan manusia. Mereka mengubah perang dan transportasi. Mempelajari masa lalu kuda memberitahu kita banyak tentang masa lalu kita sendiri," kata Michael Hofreiter, biolog University of York di Inggris.

Sedangkan Equus Ferus, leluhur kuda telah punah. Rumit upaya peneliti membandingkan genetika kuda domestik dengan kuda liar. Penelitian sebelumnya memaku area luas Stepa Eurasia yang membentang dari Hongaria dan Rumania melalui Mongolia sebagai wilayah di mana kuda menjadi jinak.

Tetapi studi mengandalkan DNA mitokondria yang diwariskan hanya dari ibu. Dan keragaman tidak dapat mengelompokkan kuda menjadi berkembang biak atau tempat asalnya.

"Masalahnya ada banyak keanekaragaman dalam DNA mitokondria. Setiap jenis kuda hampir semua garis keturunan mitokondria diwakili," kata Vera Warmuth, biolog University of Cambridge di Inggris, penulis pertama studi baru.

Warmuth dan rekan tidak menyelidiki sekuens DNA kuda yang diwariskan dari kedua orang tua, tapi mengumpulkan sampel genetik lebih dari 300 kuda di 12 tempat berbeda di stepa. Data dikumpulkan hanya kuda lokal, bukan mereka yang dibesarkan untuk pertunjukan atau penampilan untuk minimalisasi seleksi manusia.

Tim membangun program komputer yang dirancang untuk modelisasi penyebaran penduduk dan mensimulasikan bagaimana lokasi domestikasi kuda yang berbeda menyebar ke seluruh padang rumput sehingga mempengaruhi keragaman genetik kuda modern.

Nenek moyang liar kuda domestik berasal dari timur Eurasia 160.000 tahun lalu dan dipelihara di bagian barat Stepa Eurasia sekitar 6000 tahun lalu. Penambahan konstan perempuan membuat pola genetik khusus, garis keturunan ibu lebih kompleks dibanding populasi yang benar-benar terisolasi.

"Kami berpikir kuda domestik menyebar keluar dari barat padang, perempuan liar setempat terus di dalam kawanan yang menyebar," kata Warmuth.

Namun tidak semua peneliti yakin. Marsha Levine, arkeolog University of Cambridge, berpikir penggunakan sampel genetik modern untuk menelusuri kembali evolusi kuda adalah jalan buntu. Hanya dengan menyatukan berbagai bukti inilah dapat menjawab when dan where domestikasi kuda

"Sudah ada pencampuran budaya dan pencampuran kuda di wilayah ini selama ribuan tahun. Dan ketika Anda sedang melihat setiap kuda modern, Anda tidak tahu dari mana," kata Levine.

"Kita perlu menggunakan bahan dari penggalian, sekuensing gen kuno dan menggabungkan dengan apa yang kita tahu dari bukti arkeologi tentang bagaimana kuda dimanfaatkan di masa lalu," kata Levine.
Reconstructing the origin and spread of horse domestication in the Eurasian steppe

Vera Warmuth1, Anders Eriksson1, Mim Ann Bower2, Graeme Barker2, Elizabeth Barrett2, Bryan Kent Hanks3, Shuicheng Li4, David Lomitashvili5, Maria Ochir-Goryaeva6, Grigory V. Sizonov7, Vasiliy Soyonov8, and Andrea Manica1
  1. Department of Zoology, University of Cambridge, Cambridge CB2 3EJ, United Kingdom
  2. Department of Archaeology, McDonald Institute for Archaeological Research, University of Cambridge, Cambridge CB2 3ER, United Kingdom
  3. Department of Anthropology, University of Pittsburgh, Pittsburgh, PA 15260
  4. Department of Archaeology, Peking University, Beijing 100871, China
  5. Department of Archaeology, S. Janashia Museum of Georgia, Georgian National Museum, 0105 Tbilisi, Georgia
  6. Department of History and Archaeology, Kalmyk Institute of Humanities, Russian Academy of Sciences, 358 000 Elista, Republic of Kalmykia, Russian Federation
  7. Department of Kazakh Sciences, Institute of Stock Breeding and Fodder Production, 010000 Astana, Kazakhstan
  8. Faculty of History, Gorno-Altaisk State University, 649000 Gorno-Altaisk, Altai Republic, Russian Federation
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), May 7, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1111122109

Link situs lain : Laporan Penelitian | Tutorial Akademik | Pencarian Jurnal

Artikel Lainnya:

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Jurnal Sains