Pages

Tes Hipotesis Evolusi Menyusui Charles Darwin

Jurnal KeSimpulan.com - Tes hipotesis evolusi menyusui Charles Darwin. Laporan baru di Journal of Evolutionary Biology tentang evolusi laktasi.

Charles Darwin menyarankan bahwa menyusu berevolusi melalui seleksi alam yang dimulai ketika leluhur mamalia memperoleh keuntungan gizi dengan menjilat sekresi dari kelenjar di bawah kulit ibu mereka. Darwin melandasi hipotesis ini dengan mempelajari monotremes.

Monotremes tidak menonjolkan puting susu dan mengeluarkan cairan yang memberi kelembaban pada telur permeabel.

Tapi susu mengandung 100 kali kalsium dari sekresi kelenjar dan 1000 kali konsentrasi protein.

Meningkatnya kalsium harus menyebabkan kalsifikasi kelenjar sekretori dan protein dalam susu harus membentuk toksin fibril.

Perdebatan menjadi paradoks lama dengan jaringan keras seperti kalsium tulang, sedangkan jaringan lunak tidak, meskipun kedua jaringan mengasup cairan ekstraselular yang sama. Carl Holt dari University of Glasgow di Inggris dan John Carver dari University of Adelaide di Australia membangun model 3D interaksi antara ion dan protein dalam cairan biologis.

Casein yaitu protein gizi dalam susu membantu mencegah penumpukan kalsium dengan menangkap kalsium fosfat dalam agregat molekul yang disebut micelle. Holt dan Carver mengatakan konsentrasi micelle dalam susu mungkin telah meningkat selama waktu evolusi, menghasilkan cairan semakin lebih bergizi.
Darwinian transformation of a ‘scarcely nutritious fluid’ into milk

C. Holt1 dan J. A. Carver2
  1. School of Life Sciences, University of Glasgow, Glasgow, UK
  2. School of Chemistry & Physics, The University of Adelaide, Adelaide, SA, Australia
Journal of Evolutionary Biology, 23 APR 2012

Akses : DOI:10.1111/j.1420-9101.2012.02509.x

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment