Pages

Formula Melacak Evolusi Gaya Penulisan

Jurnal KeSimpulan.com - Formula evolusi gaya penulisan. Novelis sangat dipengaruhi oleh mereka yang sezaman dibanding karya-karya besar dari masa lalu.

Novelis pada hari ini tidak saja memiliki karakter modern, tetapi juga karena gaya menulis telah berubah secara dramatis sejak Charles Dickens menulis A Tale of Two Cities pada tahun 1859. Lantas pertanyaannya bagaimana gaya sastra berevolusi?

Sastra adalah bentuk ekspresi terstruktur yang temporal, baik dalam isi dan gaya, sehingga menyediakan catatan sejarah evolusi budaya.

Analisis kuantitatif skala besar gaya sastra dari korpus Project Gutenberg Digital Library, peneliti menemukan lokalisasi gaya antar waktu di antara penulis.

Struktur kesamaan fitur vektor berasal dari penggunaan kata-kata konten yang bebas, nonhomogen, dan tingkat percepatan pudarnya pengaruh antar penulis modern.

Sebuah studi yang memberi pondasi kuantitatif gagasan sastra "style of a time" dengan kecenderungan menuju gaya kontemporer.

Dengan menganalisis bagaimana penulis menggunakan konten bebas kata-kata, Daniel Rockmore, matematikawan Dartmouth College di Hanover, New Hampshire, dan rekan melakukan pertama kali skala besar analisis "stylometric" sastra.

Rockmore mengatakan kata-kata konten bebas adalah indikasi gaya penulisan. Jika 2 penulis mungkin menggunakan kata yang sama untuk menggambarkan peristiwa serupa, mereka menggunakan sintaksis konten bebas untuk menghubungkan kata-kata dengan cara yang berbeda.

Project Gutenberg http://www.gutenberg.org

Analisis 7733 tulisan berbahasa Inggris yang ditulis sejak tahun 1550. Pelacakan seberapa sering dan dalam konteks apa kata-kata konten bebas muncul. Tim menemukan bahwa penulis sangat dipengaruhi oleh pendahulu mereka. Selain itu sastra berkembang, jangkauan karya yang lebih tua menyusut.

Penulis pada periode paling awal menulis menggunakan cara yang sangat mirip satu sama lain. Tapi mendekati era modern, ketika lebih banyak orang menulis, gaya penulis masih sangat mirip dengan sezaman langsung mereka.

"Seolah-olah mereka menemukan dialek waktu. Konten adalah apa yang membuat kita berbeda, tapi kata-kata konten bebas menempatkan kita dalam kelompok yang berbeda," kata Alex Bentley dari University of Bristol, Inggris.
Quantitative patterns of stylistic influence in the evolution of literature

James M. Hughes1, Nicholas J. Foti1, David C. Krakauer2,3, and Daniel N. Rockmore1,2,4,5
  1. Department of Computer Science, Dartmouth College, Hanover, NH 03755
  2. Santa Fe Institute, Santa Fe, NM 87501
  3. Wisconsin Institute for Discovery, University of Wisconsin, Madision, WI 53715
  4. Department of Mathematics, Dartmouth College, Hanover, NH 03755
  5. Neukom Institute for Computational Science, Dartmouth College, Hanover, NH 03755
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), May 15, 2012 vol.109 no.20 7682-7686

Akses : DOI:10.1073/pnas.1115407109
Gambar : En Wikipedia

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment