Pages

Evolusi Metopic suture Dilema Kebidanan

Jurnal KeSimpulan.com - Fleksibilitas kepala bayi meregang kembali jutaan tahun. Lahir itu tidak mudah. Dilema kebidanan bayi dan ibu sudah dialami hominin awal.

Bayi manusia yang memiliki kepala besar menjadi tantangan bagi mereka dan ibunya. Untungnya, tengkorak bayi berubah bentuk karena tulang tengkorak bisa diremas yang tidak sepenuhnya solid selama paling 2 tahun setelah kelahiran.

Laporan baru menunjukkan fusi tertunda juga merupakan fitur manusia awal yang hidup 3 juta tahun lalu, meskipun kepala mereka jauh lebih kecil daripada kita.

Satu penjelasan yang mungkin bipedalitas menciptakan tantangan baru bahkan untuk otak kecil leluhur manusia.

Bagi simpanse dan primata lainnya, persalinan relatif mudah. Otak bayi simpanse yang baru lahir sekitar 155cc.

Ini kurang dari setengah bayi manusia yang baru lahir, meskipun ukuran keseluruhan dari jalur kelahiran sama seperti pada manusia.

Namun ada perbedaan besar dalam bentuk antara simpanse dan manusia. Tulang panggul manusia telah melebar jauh selama evolusi, tuntutan berjalan tegak menempatkan batas luas pinggul. Tetapi bipedalisme juga menyebabkan pemendekan vertikal panggul, menyebabkan "dilema kebidanan".

Namun, berkat tulang-tulang tengkorak lentur, kepala bayi dapat dipres pas melalui jalan panggul dan dapat mengakomodasi ledakan pertumbuhan otak yang terjadi setelah lahir. Dalam beberapa tahun pertama kehidupan, otak manusia sekitar 400cc hingga 800cc dan akhirnya rata-rata orang dewasa 1400cc.

Dean Falk, antropolog School for Advanced Research di Santa Fe, dan rekan melihat petunjuk kunci rekatan tengkorak pada fosil manusia awal, manusia modern, simpanse dan bonobo. Tim fokus pada analisis anak Taung berumur 4 tahun yaitu australopithecine berdating 3 juta tahun yang ditemukan di Afrika Selatan tahun 1924 oleh Raymond Dart.

Spesimen Taung menegaskan Australopithecus africanus terdiri wajah, rahang bawah dan endocast alami tengkorak terdiri dari material batuan yang mengisinya. Endocast banyak terawetkan yang membentuk fitur tengkorak termasuk sambungan antar tulang.

Falk menggunakan komputerisasi scan tomografi endocast Taung untuk meneliti metopic suture (MS) yang membentuk sendi antara dua tengkorak tulang frontal. Pada anak manusia, MS mulai menyatu di dekat hidung, seperti ritsleting mencapai anterior fontanelle. Volume otak Taung sekitar 400cc dan otak dewasa A. africanus sekitar 460cc.

Tim membandingkan MS Taung dengan ratusan simpanse dan bonobo, lebih dari 1000 manusia modern, dan 62 hominin termasuk Australopithecine, Homo erectus dan Homo Neanderthalensis. Ada pola. MS simpanse dan bonobo solid segera setelah lahir, sedangkan Taung dan hominin awal cenderung solid setelah letusan molar pertama pada 2 tahun kemudian.

Falk dan rekan mengusulkan 3 kemungkinan. Pertama, "dilema kebidanan" sudah dialami hominin awal ketika mulai berjalan tegak. Kedua, fusi tertunda untuk pertumbuhan cepat otak setelah lahir mungkin sudah menjadi fitur manusia awal. Ketiga, perubahan organisasi otak Australopithecus seperti pelebaran lobus frontalis, mungkin juga sudah mengalami persalinan sulit bahkan jika ukuran keseluruhan otak tetap relatif kecil.

"Semua ini kemungkinan kuat. Sekarang ada bukti memadai bahwa otak Australopithecus adalah pembesaran manusia melebihi kepentingan hidup simpanse dan dipastikan menata kembali," kata Owen Lovejoy, antropolog Kent State University di Kent, Ohio.

Tapi Robert Martin, antropolog Field Museum di Chicago, berhati-hati untuk menafsirkan temuan. Tim menempatkan terlalu banyak penekanan pada kedua endocast Taung sebagai spesimen kunci dan MS itu sendiri. Tim sebaiknya berkonsentrasi pada anterior fontanelle yang mungkin indikator lebih dapat diandalkan ketika fusi tengkorak keseluruhan terjadi.
Metopic suture of Taung (Australopithecus africanus) and its implications for hominin brain evolution

Dean Falk1,2, Christoph P. E. Zollikofer3, Naoki Morimoto3, and Marcia S. Ponce de León3
  1. School for Advanced Research, Santa Fe, NM 87505
  2. Department of Anthropology, Florida State University, Tallahassee, FL 32306
  3. Anthropological Institute and Museum, University of Zürich, CH-8057 Zurich, Switzerland
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), May 7, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1119752109
Dean Falk http://www.fsu.edu/profiles/falk/
Owen Lovejoy http://www.kent.edu/cas/anthropology/facstaff/~clovejoy/
Robert Martin http://fieldmuseum.org/users/robert-martin

Gambar : Ponce de León & C. Zollikofer/University of Zurich

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment