Pages

Teknik Orangutan Membuat Tempat Tidur

Jurnal KeSimpulan.com - Tempat yang paling nyaman adalah tempat tidur. Karya inovatif orangutan membangun sarang menunjukkan primata menggunakan teknik tingkat tinggi.

Tim peneliti Inggris melihat orangutan menekuk dan setengah memotong cabang tebal yang digunakan untuk membangun struktur tempat tidur. Namun mereka memutuskan menggunakan cabang dan ranting yang lebih kecil untuk lapisan atas sarang sehingga mereka menjadi lebih nyaman.

"Ini jelas menggunakan mekanisme pengetahuan tentang berbagai jenis cabang untuk membuat sarang," kata Adam van Casteren dari University of Manchester.

"Tingkat pengetahuan teknis yang mereka gunakan memberi kita link tentang evolusi penggunaan alat dan teknologi pada nenek moyang manusia."

Van Casteren pada mulanya datang ke Sumatera untuk mengukur fleksibilitas berbagai cabang pohon yang berbeda ukuran dan meneliti cara berjalan tegak pada orangutan.

"Tujuan mulanya untuk mengetahui apakah bipedalitas memungkinkan mereka menghemat energi."

Sementara itu, supervisor van Casteren yaitu Roland Ennos telah meneliti mengapa beberapa cabang pohon lebih sulit dilakukan daripada yang lain. Ennos menyarankan agar van Casteren melihat bagaimana orangutan melakukan ini ketika membangun sarang.

"Kami ingin tahu lebih banyak desain mekanik dan arsitektur sarang orangutan dan mengetahui bagaimana teknik canggih dan apakah mereka menggunakan mekanisme alami mengolah pohon."

Ketika orangutan ingin beristirahat setelah mencari makan atau istirahat di malam hari, mereka membangun sarang oval tinggi di kanopi hutan, lebih baik dibanding dengan tidur di tanah atau di cabang.

Gangguan malam membuat lebih banyak gerakan mata cepat (REM) yang memiliki pengaruh penting pada makhluk dengan otak besar. Sarang mungkin juga menawarkan perlindungan dari predator seperti harimau Sumatera atau nyamuk.

Tapi bukannya kembali ke sarang yang sama, orangutan membangun tempat tidur baru dari awal setiap waktu, kadang-kadang ditiduri beberapa hari. Namun hampir pasti berpindah karena mereka berkeliaran di wilayah yang luas. Setelah memilih lokasi yang cocok, orangutan membengkokkan cabang, menjalin dan mengunci.

Mereka kemudian menambahkan lapisan cabang yang lebih kecil di atas konstruksi untuk membuat semacam kasur. Beberapa orangutan juga melengkapi atap atau bantal untuk menambah kenyamanan.

"Mereka membangunan secara kokoh hanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit."

Van Casteren mengukur seberapa fleksibel sarang, kemudian menganalisis bagaimana cabang yang telah bengkok atau patah dan sifat mekanika. Bagian tengah sarang paling lentur dan semakin kaku menepi. Aturan ini menambah keamanan dan kenyamanan pada seluruh struktur.

"Mereka menekuk dan setengah mematahkan cabang tebal untuk membuat struktur, kemudian memotong ranting tipis untuk melapisi sarang dan membuatnya nyaman."

"Mereka tampaknya memiliki beberapa pengetahuan teknik, mungkin menggunakan diameter sebagai cara untuk menentukan kekakuan cabang yang memiliki implikasi tentang evolusi inteligensi."

"Kami melihat keterampilan canggih dalam membangun sarang setara dengan ketrampilan dalam membuat dan menggunakan perkakas, sehingga membutuhkan kemampuan kognitif serupa."
Nest-building orangutans demonstrate engineering know-how to produce safe, comfortable beds

Adam van Casteren1, William I. Sellers1, Susannah K. S. Thorpe2, Sam Coward2, Robin H. Crompton3, Julia P. Myatt4, and A. Roland Ennos1
  1. Faculty of Life Sciences, University of Manchester, Manchester M13 9PT, United Kingdom
  2. School of Biosciences, University of Birmingham, Edgbaston, Birmingham B15 2TT, United Kingdom
  3. Department of Musculoskeletal Biology II, Institute of Aging and Chronic Disease, University of Liverpool, Liverpool L69 3GE, United Kingdom
  4. Structure and Motion Laboratory, Royal Veterinary College, University of London, Hatfield, Hertfordshire AL9 7TA, United Kingdom
Proceedings of the National Academy of Sciences, April 16, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1200902109
Adam van Casteren http://www.canopyaccess.co.uk/science/project.php?id=35
Gambar & Video : Adam van Casteren et.al., PNAS, DOI:10.1073/pnas.1200902109

YouTube : KeSimpulanTube http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube




Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment