Pages

Respon Genetik Terhadap Strata Sosial

Jurnal KeSimpulan.com - Genetika monyet melacak status sosial. Hewan berpangkat rendah memiliki gen kekebalan terlalu aktif yang menyebabkan kesehatan buruk.

Aktivitas gen monyet dari strata sosial rendah dapat menyebabkan kesehatan lebih buruk dan lebih rentan terhadap penyakit. Temuan baru menawarkan prespektif untuk menjelaskan mengapa status sosial ekonomi rendah memiliki hubungan terhadap kesehatan buruk pada manusia.

Jenny Tung, genetikawan Duke University di Durham, North Carolina, dan rekan mengeledah 49 monyet rhesus (Macaca mulatta) perempuan.

Di awal penelitian, semua rhesus memiliki strata sosial menengah yang dinilai berdasarkan kualitas dan kuantitas akses makanan, air dan tunjangan.

Tung membagi monyet menjadi 10 kelompok baru sehingga terjadi perubahan status sosial.

Secara umum hewan dengan strata tertinggi yang turun ke strata terendah menyebabkan peningkatan stres sosial karena lebih banyak bullying dan lebih sulit mendapatkan sumber daya.

Tung menganalisis sampel darah untuk melihat perbedaan ekspresi gen. Dari 6.097 gen yang diuji, 987 gen menunjukkan perubahan signifikan dalam tingkat ekspresi terkait perubahan pangkat sosial dengan akurasi 80% atas dasar ekspresi gen saja.

Peningkatan aktivitas dalam gen sistem kekebalan khususnya terkait dengan peradangan 2 kali lebih umum di antara monyet berpangkat rendah. Sebuah sistem kekebalan yang terlalu aktif menciptakan "keausan" pada tubuh sehingga berpotensi mempertinggi kerentanan terhadap penyakit.

Namun perubahan tampaknya tidak permanen. Sampel dari 7 monyet yang berubah peringkat kedua kalinya ketika hewan lain masuk kelompok menunjukkan ekspresi gen merespon dengan cepat dan menyesuaikan status baru.

"Ini menunjukkan plastisitas respon ekspresi gen kita terhadap lingkungan sosial. Menjadi catatan optimis," kata Tung.

Penelitian sebelumnya telah mengetahu bahwa status sosial dapat mengubah ekspresi gen dengan mengaktifkan atau menonaktifkan pada serangga dan ikan. Tapi Tung mengatakan temuan mereka merupakan pertama kalinya terlihat pada primata.

Temuan juga menunjukkan konsekuensi kesehatan status sosial rendah pada primata manusia dan non-manusia. Verifikasi Whitehall terhadap 17.530 orang menemukan pegawai negeri berpangkat rendah di Inggris lebih menderita penyakit dan probilitas kematian dibanding atasan mereka.

Temuan pada monyet menjadi relevan untuk digeneralisasi pada manusia karena mengkonfirmasi kesehatan tergantung pada status sosial dan bukan sebaliknya, kata Michael Marmot, epidemiolog University College London, yang memverifikasi Whitehall.

"Jelas, mengubah status menyebabkan perubahan dalam ekspresi gen dan bukan sebaliknya," kata Marmot.

Tapi kompleksitas masyarakat manusia harus meminta lebih. Dario Maestripieri, biolog University of Chicago di Illinois, mengatakan Tung harus menggunakan kelompok lebih besar yang mencakup laki-laki untuk melihat apakah efek terlihat pada situasi sosial yang lebih alami.

Tung sekarang memperpanjang penelitian dan berharap mengkaji lebih lanjut bagaimana strata sosial mempengaruhi kerentanan monyet terhadap infeksi dan sebagainya.
Social environment is associated with gene regulatory variation in the rhesus macaque immune system

Jenny Tung1, Luis B. Barreiro1, Zachary P. Johnson2, Kasper D. Hansen3, Vasiliki Michopoulos2, Donna Toufexis2,4, Katelyn Michelini1, Mark E. Wilson2, and Yoav Gilad1
  1. Department of Human Genetics, University of Chicago, Chicago, IL 60637
  2. Yerkes National Primate Research Center, Emory University, Atlanta, GA 30322
  3. Department of Biostatistics, Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Baltimore, MD 21202
  4. Department of Psychology, University of Vermont, Burlington, VT 05405
Proceedings of the National Academy of Sciences, April 9, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1202734109
Jenny Tung http://www.duke.edu/~jt5
Michael Marmot http://www.ucl.ac.uk/epidemiology/people/marmotm.htm
Dario Maestripieri http://primate.uchicago.edu/dario.htm

Gambar : Aiwok/En Wikipedia

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment