Pages

Ekspresi Emosi Wajah Tidak Universal

Jurnal KeSimpulan.com - Senyum dan cemberut memiliki arti ekspresi yang sama di mana-mana. Tapi itu dulu karena laporan baru menyatakan tidak.

"Mental qualities are determined by the size, form and constitution of the brain; and these are transmitted by hereditary descent," tulis frenolog George Combe dalam tulisan The Constitution of Man yang menjadi bestseller internasional pada tahun 1828.

Pada tahun 1872 naturalis Charles Darwin menulis The Expression of the Emotions in Man and Animals untuk mengidentifikasi ekspresi wajah.

Ada 6 ekspresi emosi dasar yaitu kebahagiaan, terkejut, takut, jijik, marah, dan kesedihan.

Darwin menyimpulkan leluhur umum semua manusia memiliki set emosi dasar yang sama dengan ekspresi wajah sebagai bagian dari warisan genetik.

Tersenyum dan mengerutkan kening adalah biologis, bukan budaya. Lebih dari satu abad dipegang para antropolog dan psikoevolusioneris. Namun laporan baru untuk persepsi orang tentang wajah yang dihasilkan komputer menunjukkan bahwa ekspresi wajah mungkin tidak universal.

Sekarang Rachael Jack, psikolog University of Glasgow di Inggris, mengatakan ada cacat mendasar dalam studi ekspresi wajah yang dilakukan sejak masa Darwin. Para ilmuwan menggunakan 6 ekspresi dasar Darwin sebagai titik awal penelitian di Eropa Barat untuk generalisasi universal.

Tapi bagaimana pun budaya di luar Eropa Barat memiliki emosi dasar berbeda. Ekspresi mungkin mirip dengan orang Eropa, tetapi dengan perbedaan halus yang tak terdeteksi karena tidak tampak.

Untuk menguji universalitas sejati 6 kategori ekspresi emosional Darwin, Jack dan rekan menggunakan program komputer untuk membuat wajah virtual dengan 4.800 ekspresi. Program menghasilkan otot wajah virtual, sudut mulut atas atau bawah, pelebaran atau penyempitan mata, dan sebagainya.

Setengah ekspresi wajah bule Barat dan setengah wajah Asia Timur. Kemudian Jack meminta relawan dari bule dan Asia timur untuk memutuskan mana emosi wajah-wajah yang diekspresikan. Tim juga merekrut orang Kaukasia sebagai kelompok kontrol. Jika emosi dasar Darwin adalah universal maka harus sesuai.

Bukan itu yang ditemukan tim. Bagi bule Eropa, 6 ekspresi emosi dasar Darwin langsung muncul. Tapi bagi subyek Asia Timur tidak melihat dengan cara yang sama. Tim melapor ke Proceedings of the National Academies of Science.

"Tantangan kuat atas keyakinan luas bahwa ekspresi emosi tertentu secara biologis," kata Lisa Feldman-Barrett, psikolog Northeastern University di Boston.

Ekspresi wajah digunakan untuk mendiagnosa penyakit mental. Jika salah berdampak merugikan. Di Amerika Serikat saja jutaan dolar setiap tahun dihabiskan untuk penegakan hukum dan pelatihan keamanan dengan mendeteksi emosi di wajah. Tapi jika wajah tersebut dari budaya yang berbeda, emosi dan niat mungkin tidak terdeteksi.
Facial expressions of emotion are not culturally universal

Rachael E. Jack1,2, Oliver G. B. Garrod2, Hui Yu2, Roberto Caldara3, and Philippe G. Schyns2
  1. School of Psychology, University of Glasgow, Scotland G12 8QB
  2. Institute of Neuroscience and Psychology, University of Glasgow, Scotland G12 8QB, United Kingdom
  3. Department of Psychology, University of Fribourg, Fribourg 1700, Switzerland
Proceedings of the National Academies of Science, April 16, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1200155109
Gambar & Video : Rachael E. Jack et.al., PNAS, DOI:10.1073/pnas.1200155109
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube




Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment