Pages

Api Gua Wonderwerk 1 Juta Tahun Lalu

Jurnal KeSimpulan.com - Ketika secercah api menyala di Gua Wonderwerk 1 juta tahun lalu. Klaim baru manusia menjinakkan api lebih awal dari laporan sebelumnya.

Ketika leluhur kita tersebar di benua Afrika, makan malam dari daging mentah, meringkuk dalam dingin dan gelisah saat tidur ketar-ketir dalam gelap. Takut pada predator besar. Tapi kisah suram mencapai titik balik penting ketika mereka belajar membuat api.

Gaya hidup berubah total. Mereka memasak untuk makan malam, bercengkerama di sekitar tungku hangat dan mengusir ancaman karnivora.

Geraham dan usus mengecil, pola makan labih lunak dengan nutrisi dikemas matang.

"Penelitian ini menetapkan sebaik-baiknya bahwa 1 juta tahun lalu, manusia mampu mengontrol perapian," kata Michael Chazan, arkeolog University of Toronto di Kanada.

Arkeolog veteran Afrika Selatan, Peter Beaumont, pertama kali menyelidiki situs Gua Wonderwerk di Afrika Selatan pada tahun 1980. Patch tampak abu kayu di lapisan sedimen berdating 1,7 juta tahun.

Tapi klaim untuk api nampak kontroversial karena sulit untuk membedakan antara kebakaran alam dan kebakaran oleh manusia. Klaim sebelumnya berasal dari situs Gesher Benot Ya'aqov di Israel ketika arkeolog menemukan jejak seperti api berdating 790.000 tahun.

Temuan yang dilaporkan Beaumont ternyata produk dari proses alami geologi. Tapi Chazan dan rekan menemukan petunjuk lain dari pembakaran dalam lapisan yang lebih muda hingga 1 juta tahun lalu. Kemudian Francesco Berna meneliti bagian tipis lapisan mikroskopis dan komposisi molekul menggunakan inframerah untuk melihat spektrum sampel.

"Sebelum ini, saya tidak percaya manusia menggunakan api begitu awal," kata Berna.

Temuan konsisten dengan laporan Richard Wrangham, primatolog Harvard University, tentang anatomi dan perilaku Homo erectus yang menjelajahi Afrika 1,9 juta tahun lalu. Geraham Homo erectus relatif kecil dan konstruksi usus juga kecil merupakan karakter pola makan secara teratur lembut dan nutrisi dikemas matang.
Microstratigraphic evidence of in situ fire in the Acheulean strata of Wonderwerk Cave, Northern Cape province, South Africa

Francesco Berna1, Paul Goldberg1,2, Liora Kolska Horwitz3, James Brink4,5, Sharon Holt4, Marion Bamford6, and Michael Chazan7
  1. Department of Archaeology, Boston University, Boston, MA 02215
  2. Role of Culture in Early Expansions of Humans, Heidelberg Academy of Science and Humanities, 72070 Tübingen, Germany
  3. Natural History Collections, Faculty of Life Sciences, Hebrew University, Jerusalem 91904, Israel
  4. Florisbad Quaternary Research Department, National Museum, Bloemfontein 9300, South Africa
  5. Centre for Environmental Management, Bloemfontein 9300, South Africa
  6. Bernard Price Institute for Palaeontological Research, University of the Witwatersrand, Johannesburg 2050, South Africa
  7. Department of Anthropology, University of Toronto, Toronto, ON, Canada M5S 2S2
Proceedings of the National Academy of Sciences, April 2, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1117620109
Michael Chazan http://anthropology.utoronto.ca/people/faculty-1/faculty-profiles/michael-chazan
Francesco Berna http://people.bu.edu/fberna/

Gambar : Michael Chazan

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment