Pages

Siput Hydrobia ulvae Menumpang Burung

Jurnal KeSimpulan.com - Anda perlu tumpangan udara gratis? Mintalah dimakan bebek. Siput menunggangi perut burung untuk menjelajahi dunia.

Beberapa siput bernyali mampu bertahan hidup di dalam perut burung selama berjam-jam, bepergian ratusan kilometer sebelum muncul dari ujung anus tanpa cedera. Casper van Leeuwen, ekolog Netherlands Institute of Ecology di Wageningen, Belanda, dan rekan menemukannya pada spesies siput laut.

Sebagian besar meninggal, tapi 1 persen siput Hydrobia ulvae bertahan hingga 5 jam di perut burung.

Burung Mallard atau Anas platyrhynchos (bukan Anas Urbaningrum loh ya!) dapat terbang hingga 300 kilometer selama waktu tersebut.

"Banyak burung makan puluhan ribu siput setiap hari," kata Ryan Hechinger, biolog University of California di Santa Barbara.

"Bahkan jika hanya sebagian kecil terlewati, sejumlah besar harus menyebar ke daerah baru."

Bukti genetik menunjukkan bahwa siput laut berulang kali melakukan perjalanan antara Pasifik dan Atlantik setelah melewati tanah genting Panama. Para ilmuwan menduga siput menumpang burung. Namun mengingat tingkat kelangsungan hidup rendah, mekanisme ini mungkin bukan strategi yang disengaja pada bagian siput.

"Saya tidak berpikir bekicot ingin dimakan. Ini pilihan yang terbaik dari hal yang buruk," kata van Leeuwen.

Bukan pertama bagi siput laut yang melakukan perjalanan udara dalam usus. Penelitian sebelumnya menunjukkan 15 persen siput tanah Jepang (Tornatellides boeningi) juga bertahan setelah dimakan oleh burung. Satu siput bahkan lahir hidup setelah muncul dari perut burung.
Experimental Quantification of Long Distance Dispersal Potential of Aquatic Snails in the Gut of Migratory Birds

Casper H. A. van Leeuwen1,2,3, Gerard van der Velde3,4, Bart van Lith5, Marcel Klaassen5,6
  1. Department of Aquatic Ecology, Netherlands Institute of Ecology (NIOO-KNAW), Wageningen, The Netherlands
  2. Department of Aquatic Ecology and Environmental Biology, Institute for Water and Wetland Research, Radboud University Nijmegen, Nijmegen, The Netherlands
  3. Department of Animal Ecology and Ecophysiology, Institute for Water and Wetland Research, Radboud University Nijmegen, Nijmegen, The Netherlands
  4. Netherlands Centre for Biodiversity Naturalis, Leiden, The Netherlands
  5. Department of Animal Ecology, Netherlands Institute of Ecology (NIOO-KNAW), Wageningen, The Netherlands
  6. Centre for Integrative Ecology, Deakin University, Geelong, Australia
PLoS ONE, 7(3): e32292, March 5, 2012

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0032292

Snails can survive passage through a bird’s digestive system

Shinichiro Wada1, Kazuto Kawakami2, Satoshi Chiba1
  1. Graduate School of Life Sciences, Tohoku University, Aobayama, Sendai, Miyagi 980-8578, Japan
  2. Forestry and Forest Products Research Institute, Matsunosato 1, Tsukuba, Ibaraki 305-8687, Japan
Journal of Biogeography, Volume 39, Issue 1, pages 69-73, January 2012

Akses : DOI:10.1111/j.1365-2699.2011.02559.x
Ryan Hechinger http://www.lifesci.ucsb.edu/~hechinge/

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment