Pages

Siklus Mode Tren Evolusi Fashion

Jurnal KeSimpulan.com - Logika siklus mode. Bisnis fashion harus tetap up to date dengan adegan yang selalu berkembang. Kita bicara evolusi mode.

Tren dan tema berubah dari tahun ke tahun. Menggulang "tahun lalu" adalah kejahatan terburuk. Industri fashion selalu untuk tetap terdepan, menciptakan tren menjadi harga mati. Sebuah siklus belanja tanpa henti benar-benar membuat pedih. Anda sering mendengar ucapan "hitam ini adalah hitam baru".

Maka Anda semua perlu tahu: Evolusi tren.

Di mata yang terlatih mungkin tampak seperti industri didasarkan pada iseng.

Sebuah industri di mana Raja-raja kemewahan. Ada beberapa logika di belakangnya.

Bukan sekedar matematik. Satu dari banyak contoh budaya omik dan logika tertentu dapat diterapkan pada indikator lain tentang budaya. Lagu, nama-nama bayi dan bahkan kata-kata.

Fashion selalu dikaitkan dengan stratifikasi sosial. "Apa yang Anda pakai menandakan status". Kita tidak perlu menunjukkan implikasi istilah "kerah putih", "kerudung KPK" atau "jubah agama".

Aplikasi paradigma Karl Marx: Secara eksplisit status sosial menunggangi kesenjangan sosial. Di situlah letak bisnis mode!

Ketika individu dalam status sosial rendah menyalin fashion dari status sosial yang lebih tinggi, puncak motif dan model terlalu populer, maka sebuah "mode" baru harus muncul. Gaya harus lebih asli bagi mereka sendiri. Ada juga anggapan bahwa modus dengan acak menyalin di dalam masyarakat.

Alberto Acerbi, kulturevolusionis University of Stockholm, dan rekan mengusulkan bahwa orang punya preferensi ciri-ciri budaya dan preferensi mempengaruhi proses pengadopsian. Dinamika fashion adalah sinyal status sosial dari individu secara acak mengadopsi satu sama lain.

Individu dalam suatu populasi jauh lebih adaptif dengan cara menyalin. Mode dan tren timbul tidak hanya dari individu menyalin sifat lainnya tetapi juga individu menyalin preferensi untuk trait tersebut.

Dan cukup menarik, individu yang memiliki pengaruh tidak kebal terhadap tren budaya yang ketinggalan jaman karena mengubah sifat dan preferensi dari suatu populasi dapat mengubah status yang dirasakan dari tokoh legendaris.
The Logic of Fashion Cycles

Alberto Acerbi1, Stefano Ghirlanda1,2, Magnus Enquist1,3
  1. Centre for the Study of Cultural Evolution, University of Stockholm, Stockholm, Sweden
  2. Honors Academy and Department of Psychology, Brooklyn College, Brooklyn, New York, United States of America
  3. Department of Zoology, University of Stockholm, Stockholm, Sweden
PLoS ONE, 7(3): e32541, March 7, 2012

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0032541

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment