Pages

Rhamphorhynchus, Aspidorhynchus, Leptolepidid

Jurnal KeSimpulan.com - Memacing ikan bisa menjadi bisnis yang berbahaya. Pterosaurus yang menguntal ikan lalu disodok oleh ikan.

Sistem predasi tidak kenal ampun. Di laut late Jurassic 150 juta tahun lalu, pterosaurus bersayap disebut Rhamphorhynchus menyisir laut lalu menukik turun untuk memetik ikan kecil leptolepidid tanpa curiga apa pun.

Sebelum reptil bisa menikmati makanan, ikan yang jauh lebih besar Aspidorhynchus menikam pterosaurus dan bergoyang dalam gelombang.

Acara belum selesai. Sebelum ikan predator bisa menyatap, Rhamphorhynchus memberi perlawanan.

Entah bagaimana, mungkin tersedak, yang jelas Rhamphorhynchus merupakan makan besar.

Ketiga spesies malang kemudian tenggelam di dasar laut dan membatu.

Deposit sedimen di Eichstätt, Jerman selatan, ini digali pada tahun 2009. Eberhard Frey dan Helmut Tischlinger dari Staatliches Museum für Naturkunde Karlsruhe melapor ke PloS ONE.

Sejumlah fosil yang ditemukan di Solnhofen mengungkap hubungan yang kurang menguntungkan antara Rhamphorhynchus dan ikan, namun spesimen ini memberi bukti pendukung terkait metode makan reptil terbang. Fosil leptolepidid bersarang di tenggorokan pterosaurus sebelum disodok Aspidorhynchus.

Deposit Solnhofen banyak menyimpan fosilisasi flora dan fauna lingkungan lagoonal Jurassic. Mozaik fosil 2D luar biasa ini menambah pemahaman kita tentang interaksi vertebrata yang terjadi di lingkungan air dangkal late Cretaceous.
The Late Jurassic Pterosaur Rhamphorhynchus, a Frequent Victim of the Ganoid Fish Aspidorhynchus?

Eberhard Frey1, Helmut Tischlinger2
  1. Staatliches Museum für Naturkunde Karlsruhe, Karlsruhe, Germany
  2. Co-opted Scientist, Stammham, Germany
PLoS ONE 7(3): e31945, March 7, 2012

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0031945
Frey & Tischlinger, DOI:10.1371/journal.pone.0031945.g001

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment