Pages

Oksigen Ditemukan di Atmosfer Dione

Jurnal KeSimpulan.com - Jejak oksigen ditemukan di sekitar bulan kecil. Wahana NASA Cassini mendeteksi gumpalan oksigen di atmosfer Dione bulan Saturnus.

Entah bagaimana. Tapi tingkat terdeteksi terlalu rendah untuk segala bentuk kehidupan mirip di Bumi untuk bertahan hidup, apalagi manusia. Instrumen Cassini mendeteksi ion oksigen saat melintas di dekat Dione pada bulan April 2010.

Temuan ini tidak mengejutkan. Sebelumnya, oksigen terdeteksi dalam cincin es planet Saturnus dan atmosfer bulan Rhea.

Teleskop luar angkasa Hubble juga mendeteksi ozon di sekitar Dione.

Seperti kebanyakan bulan Saturnus, Dion adalah dunia dingin tandus.

Energi medan radiasi yang intens dari Saturnus atau partikel bermuatan dari Matahari merangsang atom oksigen di dalam es menyembul keluar.

"Kami sekarang tahu bahwa Dion, selain cincin Saturnus dan bulan Rhea merupakan sumber molekul oksigen," kata Robert Tokar, anggota tim Cassini dan berbasis di Los Alamos National Laboratory, melapor ke Geophysical Research Letters.

Kepadatan oksigen di permukaan Dione sekitar 1 atom untuk setiap 11 sentimeter kubik ruang atau sekitar kurang dari 5 triliun kali kepadatan dibanding di permukaan Bumi. Namun menarik untuk analisis biologi lebih lanjut.

"Ini menunjukkan molekul oksigen sebenarnya umum dalam sistem Saturnus dan datang dari sebuah proses yang tidak melibatkan kehidupan,"

Cassini : http://saturn.jpl.nasa.gov

"Konsentrasi oksigen di atmosfer Dione kira-kira mirip dengan apa yang akan Anda temukan dalam atmosfer Bumi pada ketinggian sekitar 300 mil [480 kilometer]. Ini tidak cukup untuk menopang hidup."

"Tapi, bersama-sama dengan pengamatan yang sama dari bulan-bulan lain di sekitar Saturnus dan Jupiter, ini adalah contoh definitif suatu proses dimana banyak oksigen dapat diproduksi dalam objek es langit."
Detection of exospheric O2+ at Saturn's moon Dione
  • R. L. Tokar (Space Science and Applications, Los Alamos National Laboratory, Los Alamos, New Mexico, USA)
  • R. E. Johnson (Engineering Physics, University of Virginia, Charlottesville, Virginia, USA)
  • M. F. Thomsen (Space Science and Applications, Los Alamos National Laboratory, Los Alamos, New Mexico, USA)
  • E. C. Sittler (NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Maryland, USA)
  • A. J. Coates (Mullard Space Science Laboratory, University College London, Dorking, UK)
  • R. J. Wilson (Laboratory for Atmospheric and Space Physics, University of Colorado at Boulder, Boulder, Colorado, USA)
  • F. J. Crary (Southwest Research Institute, San Antonio, Texas, USA)
  • D. T. Young (Southwest Research Institute, San Antonio, Texas, USA)
  • G. H. Jones (Mullard Space Science Laboratory, University College London, Dorking, UK)
Geophysical Research Letters, Vol. 39, L03105, 7 pp., 9 February 2012

Akses : DOI:10.1029/2011GL050452
Robert Tokar http://www.lanl.gov/

Gambar : NASA/JPL/Space Science Institute

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment