Pages

Genus Homo Lebih dekat Genus Gorila

Jurnal KeSimpulan.com - Genus manusia (Homo) lebih dekat dengan genom genus gorila (Gorilla). Tim peneliti internasional selesai sekuensing genom.

Para ilmuwan bermimpi mengurai DNA 4 sepupu kera besar yaitu manusia, simpanse, orangutan dan gorila untuk mengungkap hubungan di antaranya. Tahun lalu genom komplit orangutan telah selesai. Sekarang genom gorila telah di tangan.

Gambar : Human (H), Chimpanzee (C), Gorilla (G) dan Orang-utan (O)

"Penting untuk memiliki semua genom kera besar untuk memahami fitur genom kita sendiri," kata Gregory Wray, bioevolusionis Duke University di Durham.

Ini aneh, genom kita lebih mirip dengan gorila daripada simpanse dan beberapa gen kunci evolusi kita juga merupakan kunci mereka juga.

Kamilah adalah gorila di San Diego Zoo. Richard Durbin dari Sanger Institute menggunakan beberapa teknik sekuensing berbeda.

Genom berisi lebih dari 3 miliar pasang huruf DNA, kira-kira sama dengan manusia dan mencakup sekitar 21.000 gen.

Tim membandingkan genom gorila dengan genom simpanse dan manusia untuk mempelajari kerabat dan asal usul spesies. Garis keturunan gorila berpisah dari kera besar lainnya sekitar 10 juta tahun lalu atau sekitar 3 juta tahun sebelum berpisah dengan simpanse (lihat gambar).

"Ini memungkinkan kita mulai mengidentifikasi perubahan genetik spesifik manusia sejak berbeda dari simpanse," kata David Begun, paleoantropolog University of Toronto di Kanada.

"Saya sangat senang para peneliti menyusun timeline yang konsisten dengan antara catatan fosil dan genetik. Biasanya satu baris bukti mendiskreditkan yang lain," kata Begun.

Simpanse dan manusia memiliki lebih banyak kesamaan. Sekitar 70 persen materi genetik kera besar lebih erat terkait pada simpanse dan manusia daripada gorila dan spesies lain. Tapi masih tersisa 30 persen genom Kamilah lebih dekat dengan manusia atau simpanse. Gen terus menetes di antara 3 garis keturunan setelah mereka berpisah.

Durbin mengatakan penjelasan yang paling mungkin terjadi kawin campur nenek moyang gorila dengan nenek moyang manusia dan simpanse, seperti manusia modern dan Neanderthal.

Tim juga sekuensing genom gorila lain untuk membandingkannya dengan yang Kamilah. Dua sub-spesies terpisah 1,75 juta tahun lalu di Afrika. Genom juga menunjukkan kawin silang sesekali.

"15 juta tahun lalu [jauh sebelum perpisahan keempat kera besar] adalah waktu yang baik untuk menjadi kera. Beberapa biologi fungsional kita lebih gorillalike daripada simpanse," kata Durbin.

Iklim dan vegetasi memfasilitasi diversifikasi. Tetapi karena iklim berubah, maka populasi terfragmentasi, berevolusi secara terpisah dan kelompok-kelompok sempalan kecil menjadi pemuliaan dalam kelompok.

Dalam dunia primata, gorila cepat berevolusi menjadi spesies berbeda. Genom Kamilah menunjukkan bahwa gorila setelah memisahkan diri dari kera lainnya, sekitar 500 gen berubah lebih cepat daripada kera lain. Banyak dari gen yang terlibat dalam pendengaran dan perkembangan otak.

"Banyak pekerjaan masih harus dilakukan. Tapi laporan ini sudah memberi banyak informasi penting mengenai mekanisme dan waktu spesiasi, evolusi dan jalur gen antara spesies dan subspesies," kata Ajit Varki, gilkobiolog primata University of California, San Diego.
Insights into hominid evolution from the gorilla genome sequence

Aylwyn Scally1 et.al.
  1. Wellcome Trust Sanger Institute, Wellcome Trust Genome Campus, Hinxton CB10 1SA, UK
Nature, 483, 169-175, 07 March 2012

Akses : DOI:10.1038/nature10842
Gregory Wray http://www.biology.duke.edu/wraylab/people/greg.html
David Begun http://anthropology.utoronto.ca/Faculty/Begun/index.htm
Richard Durbin http://www.sanger.ac.uk/research/faculty/rdurbin/
Ajit Varki http://cmm.ucsd.edu/varki/

Gambar : Aylwyn Scally et.al., Nature, DOI:10.1038/nature10842

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment