Pages

Efisiensi Kerja Evolusi Bipedalisme

Jurnal KeSimpulan.com - Ibu datang membawa makanan mendorong evolusi bipedal. Leluhur kita mulai berjalan dengan dua kaki ketika harus membawa makanan.

Pertanyaan lama, mengapa dan bagaimana nenek moyang Homo berevolusi dengan berjalan tegak? Alasannya mungkin sederhana: Kedua tangan untuk membawa makanan di saat paceklik dan keganasan kompetisi. Sebuah tim melaporkan klaim baru ke Current Biology.

Para ilmuwan mengusulkan beberapa variabel yang mendorong evolusi bipedalisme primata.

Tiga yang populer yaitu hipotesis lanskep savana, hipotesis termal dan hipotesis maternal yang didukung teori bulu rontok.

Tapi Susana Carvalho, evolusionis University of Cambridge di Inggris, dan rekan tim internasional mengusulkan hipotesis alternatif.

Carvalho nongkrong di Hutan Bossou di Guinea, Afrika Barat. Simpanse liar lebih sering berjalan dua kaki ketika harus banyak membawa barang berharga.

Bipedalisme menjadi sumber daya tak terduga untuk efesiensi kerja. Nenek moyang manusia mungkin mengembangkan berjalan tegak untuk alasan yang sama. Bipedal sebagai kunci adaptasi manusia produk evolusi untuk strategi bertahan dari waktu ke waktu.

"Pada akhirnya nenek moyang kita menempuh jalur evolusi yang terpisah," kata William McGrew, antropologi University of Cambridge.

Kita bisa memikirkan banyak alasan bagi leluhur kita untuk mulai berjalan dengan dua kaki, namun tampaknya cukup masuk akal bahwa kita sedang membicarakan tentang persaingan kompetensi yang menekan leluhur awal kita.
Chimpanzee carrying behaviour and the origins of human bipedality

Susana Carvalho1,2, Dora Biro3, Eugénia Cunha4, Kimberley Hockings5, William C. McGrew6, Brian G. Richmond7,8 dan Tetsuro Matsuzawa9
  1. Leverhulme Centre for Human Evolutionary Studies, Department of Archaeology & Anthropology, University of Cambridge, Fitzwilliam Street, Cambridge CB2 1QH, UK
  2. Centre of Research in Anthropology and Health, University of Coimbra, 3000-056, Coimbra, Portugal
  3. Department of Zoology, University of Oxford, South Parks Road, Oxford OX1 3PS, UK
  4. Life Sciences Department, University of Coimbra, 3000-056 Coimbra, Portugal
  5. Center for Research in Anthropology, FCSH, New University of Lisbon, Av. Berna, 26-C, 1069-061 Lisboa, Portugal
  6. Department of Archaeology & Anthropology, University of Cambridge, Fitzwilliam Street, Cambridge CB2 1QH, UK
  7. Department of Anthropology, Center for the Advanced Study of Hominid Paleobiology, George Washington University, 2110 G St, NW Washington, DC 20052, USA
  8. Human Origins Program, National Museum of Natural History, Smithsonian Institution, Washington, DC 20052, USA
  9. Primate Research Institute, Kyoto University, Inuyama, Aichi 484-8506, Japan
Current Biology, Volume 22, Issue 6, R180-R181, 20 March 2012

Akses : DOI:10.1016/j.cub.2012.01.052
William McGrew http://www.human-evol.cam.ac.uk/Members/McGrew/mcgrew.htm

Gambar : Susana Carvalho et.al., Current Biology, DOI:10.1016/j.cub.2012.01.052
Video : Susana Carvalho et.al., Current Biology, DOI:10.1016/j.cub.2012.01.052
YouTube : KeSimpulanTube http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube




Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment