Pages

Analisis Matematika Interaksi Sel Jaringan Teroris

Jurnal KeSimpulan.com - Metode matematika dan game theory hirarki teroris. Matematika memberi bobot interaksi jaringan sel teroris Jemaah Islamiyah dan Al Qaeda.

Pada tanggal 12 Oktober 2002, salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah Indonesia terjadi di Pulau Bali. Total 202 warga sipil tak berdosa meninggal akibat serangan ini. Setelah penyidikan panjang sejumlah anggota kelompok ekstremis kekerasan intoleransi Jemaah Islamiyah perencana dan perpetrating serangan.

Jemaah Islamiyah secara resmi didirikan pada tahun 1993 oleh orang-orang konservatif di Malaysia dengan tujuan jihat mendirikan khalifah Islam.

Pada tahun 1998 Jemaah Islamiyah memulai operasi disebut Uhud project.

Aksi proyek ini bertujuan menghapus orang-orang Kristen dan Hindu untuk menegakkan hukum Syariah Islam.

Jemaah Islamiyah memulai serangkaian serangan bom di gereja-gereja pada tahun 2000. Serangan paling banyak memakan korban di Bali tahun 2002. Operasi taktis di Bali dilakukan oleh sel Jemaah Islamiyah Indonesia yang dipimpin Hambali.

Seorang teroris bunuh diri meledakkan rompi di bar Paddy. Ledakan kedua berasal dari bom mobil atau vehicle born improvised explosive (VBIED). Satu van Mitsubishi L300 diisi sekitar 1.000 kilogram TNT dan amonium nitrat. Ledakan ini membunuh 202 orang.

Roy Lindelauf, matematikawan Tilburg University, dan rekan menggunakan game theoretic centrality analysis serangan Bali. Data berdasarkan informasi tentang sel operasional yang bertanggung jawab atas serangan seperti struktur jaringan dan hubungan antar anggota sel.

"Kami melihat jaringan operasional serangan Bali terdiri dari tiga tim," kata Lindelauf.

Ketiga tim yaitu tim pembuatan bom, tim pendukung dan tim penanggungjawab untuk mengkoordinasikan serangan.

Tim pembuat bom terdiri dari Patek, Ali Imron, Azahari, Dulmatin, Ghoni, Sarijo dan Feri (klik gambar untuk zoom).

Orang yang bertanggungjawab untuk mendukung operasi adalah Octavia, Junaedi, Hidayat, Abdul Rauf dan Arnasan.

Sedangkan Samudra, Idris, Muklas, Amrozi dan Mubarok bertugas mengkoordinasikan serangan.

Para anggota sel mendefinisikan struktur jaringan operasional. Untuk menentukan kekuatan hubungan yang ada dalam jaringan, interaksi antara 17 anggota sel dicatat dari tanggal 6 Oktober hingga 11 Oktober. Pemberat jeringan menggunakan kriteria konten interaksi transaksional serta frekuensi dan durasi.

Interaksi masing-masing diberi bobot antara 0 hingga 5 yang divisualisasikan dengan ketebalan garis. Bobot 0 berarti tidak ada hubungan sama sekali antara dua individu, sedangkan bobot 5 berarti sering terjadi interaksi dengan durasi panjang antara anggota sel.
Game Theoretic Centrality Analysis of Terrorist Networks: The Cases of Jemaah Islamiyah and Al Qaeda

Roy H. A. Lindelauf1,2, Herbert Hamers2, Bart Husslage2
  1. Military Operational Art & Science, Netherlands Defense Academy, P.O. Box 90002, 4800 PA Breda, The Netherlands. E-mail: rha.lindelauf.01@nlda.nl.
  2. CentER and Department of Econometrics and Operations Research, Tilburg University, P.O. Box 90153, 5000 LE Tilburg, The Netherlands
Social Science Research Network (Last revised: October 03, 2011)

Akses : SSRN: CentER Discussion Paper Series No. 2011-107
Roy Lindelauf http://www.tilburguniversity.edu/webwijs/show/&uid=r.lindelauf?uid=r.lindelauf
Herbert Hamers http://www.tilburguniversity.edu/webwijs/show/?uid=h.j.m.hamers
Bart Husslage http://www.tilburguniversity.edu/webwijs/show/?uid=b.g.m.husslage

Gambar :
1. Detik.com
2. Roy Lindelauf et.al. SSRN, 2011

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment