Pages

Bakteri Mycobacterium ulcerans Pemakan Kulit Buruli Ulcer

Jurnal KeSimpulan.com - Bayangkan sejenak Anda tinggal di Benin, Togo, Pantai Gading, Ghana atau mungkin kita bahkan dapat menambahkan Indonesia ke dalam daftar.

Di suatu pagi pergelangan kaki muncul sebuah nodul kecil di kulit. Ketika bangun Anda sedikit demam. Di Contonou, Benin, Anda merasa demam bisa berakhir dengan kematian sebelum ulang tahun kelima. Setelah beberapa hari bintil ini meletus.

Di Kota Semarang lesi kecil dapat dicungkil. Di Togo masalah menjadi buruk.

Kaki anda telah bengkak sehingga sulit berjalan.

Yang lebih membingungkan bahwa ini semua tanpa menimbulkan rasa sakit.

Memakan kulit tanpa rasa sakit diikuti dengan ulcer dan parut.

Sebelum Anda menyadarinya, kaki Anda dimakan dari dalam, lesi tumbuh dan tumbuh.

Mengalir cairan. Ulcer mencakup area luas dari ekstremitas bawah.

Dokter tidak akan tahu sesudah terlambat karena ada 4 diagnosis lain yang menyebabkan lesi kulit dan bisul. Lesi yang begitu besar memakan kulit yang sehat. Akhirnya menyentuh tulang hingga cacat berat. Mungkin harus diamputasi.

Infeksi bakteri yang paling umum kita tahu adalah Mycobacterium ulcerans yang memproduksi racun mycolactone. Toksin adalah nekrosis dan imunosupresif, permeabilising jaringan lunak. Menggerogoti apapun.

Di Ghana, Togo, Benin, Jakarta, Semarang, Pantai Gading atau Paris, Buruli ulcer tidak ada dalam daftar penyakit. Apakah nyamuk? Infeksi dari air? Bug sungai? Penularan dan infeksi bakteri tidak diketahui.

Di tepi Danau Volta, Ghana, beberapa menyebut sebagai hari kutukan dan sihir hingga stigma sosial. Karena tidak ada metafora yang lebih baik jika ada kontes popularitas untuk neglected tropical diseases, Buruli ulcer mungkin juara sebagai penyakit paling diabaikan.
Buruli Ulcer: Advances in Understanding Mycobacterium ulcerans Infection

Douglas S. Walsh1, Fran├žoise Portaels2 dan Wayne M. Meyers3
  1. Department of Immunology and Medicine, United States Army Medical Component, Armed Forces Research Institute of Medical Sciences (AFRIMS), 315/6 Rajvithi Road, Bangkok 10400, Thailand
  2. Mycobacteriology Unit, Department of Microbiology, Institute of Tropical Medicine, Nationalestraat 155, B-2000 Antwerp, Belgium
  3. Department of Environmental and Infectious Disease Sciences, Armed Forces Institute of Pathology, Washington, DC 20306, USA
Dermatologic Clinics, Volume 29, Issue 1 , Pages 1-8, January 2011

Akses : DOI:10.1016/j.det.2010.09.006

Beliefs and attitudes toward Buruli ulcer in Ghana

Ymkje Stienstra1, Winette T A van der Graaf1, Kwame Asamoa1 dan Tjip S van der Werf1
  1. Department of Internal Medicine, Groningen University Hospital, The Netherlands. y.steinstra@int.azg.nl
Tropical Medicine and Hygiene, August 2002 vol.67 no.2 207-213

Akses : AJTMH
Gambar : En Wikipedia
Buruli ulcer http://en.wikipedia.org/wiki/Buruli_ulcer

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment