Pages

Tes Fenomena Proust Link Rangsangan Aroma dan Memori

Jurnal KeSimpulan.com - Tes Fenomena Proust link kenangan dan aroma. Marcel Proust, penulis À la Recherche du temps perdu membangkitkan memori romantis dengan biskuit dan teh hangat.

Ketika Anda mencium aroma aroma tertentu maka tiba-tiba menemukan diri terbenam dalam lamunan sebuah memori masa lalu. Aroma kue segar membawa Anda kembali di rumah nenek suatu pagi. Parfum tertentu selalu membawa kembali ke waktu tertentu di kampus.

Link aroma dan memori ini dikenal sebagai "Fenomena Proust". Kasus klinis link ini mengarah pada Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Anehnya, hingga kini belum banyak penelitian apapun untuk menguji fenomena sehari-hari ini.

Marieke Toffolo, psikolog Utrecht University, dan rekan melapor ke Cognition & Emotion ketika beberapa orang yang terpapar peristiwa berkesan, kenangan lebih jelas ketika ada aroma yang terkait.

Toffolo mempertontonkan 70 relawan perempuan sebuah video pendek yang tidak menyenangkan, namun peristiwa berkesan seperti kecelakaan mobil atau berita genosida Rwanda.

Sementara relawan menonton video, Cassis disemprotkan ke dalam ruangan (penciuman), lampu warna-warni dipajang di dinding (visual), dan musik lembut di latar belakang (auditori). Seminggu kemudian relawan mengekspos Cassis, lampu dan musik saat peneliti mengajukan pertanyaan tentang video.

Para relawan yang dipapar bau Cassis atau lampu memiliki memori peristiwa dalam video lebih hidup dibanding paparan musik. Tim mengatakan eksperimen sederhana mendukung link memori dengan aroma atau lampu, namun kurang meyakinkan untuk bukti Fenomena Proust.

Peneliti menyarankan tes yang jauh lebih komprehensif untuk menguji satu sama lain, bukan hanya menguji kejelasan memori tentang suatu peristiwa tertentu.
Proust revisited: Odours as triggers of aversive memories

Marieke B. J. Toffolo1, Monique A. M. Smeets1 dan Marcel A. van den Hout1
  1. Clinical and Health Psychology, Utrecht University, Utrecht, The Netherlands
Cognition & Emotion, Volume 26, Issue 1, 2012

Akses : DOI:10.1080/02699931.2011.555475

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment