Pages

Takdir Umur Taeniopygia guttata Ditulis di Telomere

Jurnal KeSimpulan.com - Menghitung garis di batang palm prediksi umur pohon. Menghitung topi kromosom prediksi panjang pada burung Kutilang Zebra (Taeniopygia guttata).

Takdir ditulis di telomere. Para peneliti menemukan jalur kehidupan sejati dalam sel-sel Zebra Finch. Burung-burung dengan penutup telomere terpanjang di ujung kromosom menjadi burung yang hidup paling lama.

"Ini pertama kali ditunjukkan di spesies," kata María Blasco dari Spanish National Cancer Research Centre, Madrid.

Telomeres adalah sekuens DNA berulang bersama dengan beberapa protein, duduk di ujung kromosom untuk menjaga kesatuan berjumbai.

Telomeres telah lama dikenal untuk mempersingkat umur dan ketika mencapai panjang kritis maka sel-sel berhenti membelah.

Sementara telomere pendek abnormal terlibat dalam beberapa penyakit, penelitian untuk mengetahui apakah telomere mengarah kehidupan lebih panjang telah dijawab secara beragam.

Sekarang Pat Monaghan, biolog University of Glasgow, dan rekan datang dengan bukti terbaik bahwa panjang telomer berkorelasi dengan rentang hidup. Tim mengukur panjang telomer dalam sel darah merah 99 Finch Zebra (Taeniopygia guttata) mati.

Peneliti mengukur telomer kemudian mengikuti selama masa hidup alami burung. Pengukuran dilakukan pada berbagai titik waktu. Ada korelasi sangat signifikan antara panjang telomer dengan masa hidup. Burung dengan telomere panjang lebih panjang umur.

"Sejauh ini penelitian hanya pada manusia yang sudah tua. Tapi jika Anda melihat telomeres di usia tua, telomere telah di ujung kematian," kata Monaghan.

Penelitian telomere sangat menjanjikan. María Blasco, misalnya, telah mendirikan Life Length, sebuah perusahaan yang menawarkan tes pada pasien untuk menentukan panjang telomere.

"Jadi saya bisa mengukur panjang telomer dan memprediksi berapa umur seseorang hidup? Tidak, saya mungkin menjadi orang beruntung yang memiliki telomere pendek namun hidup lebih lama," kata Thomas von Zglinicki, gerontolog Newcastle University di Inggris.
Telomere length in early life predicts lifespan

Britt J. Heidinger1, Jonathan D. Blount1,2, Winnie Boner1, Kate Griffiths1, Neil B. Metcalfe1 dan Pat Monaghan1
  1. College of Medical, Veterinary, and Life Sciences, Institute of Biodiversity, Animal Health, and Comparative Medicine, University of Glasgow, Glasgow G12 8QQ, United Kingdom
  2. Centre for Ecology and Conservation, College of Life and Environmental Sciences, University of Exeter, Cornwall Campus, Penryn TR10 9EZ, United Kingdom
PNAS January 9, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1113306109
María Blasco http://www.cnio.es/ing/grupos/plantillas/curriculum.asp?pag=39
Pat Monaghan http://www.gla.ac.uk/researchinstitutes/bahcm/staff/patmonaghan/
Thomas von Zglinicki http://www.ncl.ac.uk/iah/staff/profile/t.vonzglinicki

Gambar : Graeme Chapman/NIH

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment