Pages

Superluminal Pion Tidak Cukup Bagi Kecepatan Neutrino

Jurnal KeSimpulan.com - Induk Neutrino pertanyakan keturunan neutrino lebih cepat dari cahaya. Prekursor partikel tidak memiliki cukup energi untuk menghasilkan kecepatan.

Kecepatan neutrino belum stabil. Tim fisikawan lain menemukan alasan lain untuk meragukan laporan neutrino melesat melebihi cahaya. Partikel-partikel yang lebih cepat dari partikel cahaya mengacaukan tidak hanya relativitas khusus Einstein tapi juga hukum kekekalan energi dan momentum.

September lalu eksperimen OPERA melapor bahwa neutrino clocking bepergian lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Tiba 60 nanodetik lebih awal dalam perjalanan 730 kilometer antara CERN di dekat Jenewa ke Gran Sasso National Laboratory di Italia.

Dua studi independen baru menemukan bahwa pion tidak mungkin memiliki cukup energi superluminal seperti dilaporkan OPERA.

"Kami mendapat kendala pada superluminality neutrino," kata Xiaojun Bi, astrofisikawan partikel Institute of High Energy Physics di Chinese Academy of Sciences Beijing.

Jika neutrino berjalan lebih cepat dari cahaya maka harus lebih berat untuk meningkatkan energi mereka. Jadi ada batas seberapa cepat partikel dapat zip bersama ditentukan oleh energi dari induk Pion.

Pion OPERA di CERN sekitar 3,5 kali lebih banyak energi untuk keturunan neutrino pada batas kecepatan yang lebih rendah dari kecepatan yang diukur OPERA, kata Ramanath Cowsik, fisikawan Washington University di St Louis.

Bi menunjukkan energi tertinggi neutrino OPERA yang mendorong batas kecepatan ini bahkan lebih rendah. Sedangkan Cowsik menghitung kecepatan yang diukur OPERA membutuhkan pion dengan energi 20 kali lebih besar dari keturunannya.

Pada energi seperti itu pion tertahan 6 kali lebih lama. Batas paling ketat namun kecepatan neutrino berasal dari keturunan neutrino energi tinggi sinar kosmik yang lahir ketika menghantam atmosfer.

Detektor IceCube di Kutub Selatan mengukur neutrino dengan energi 10.000 kali lebih tinggi dari neutrino OPERA. Jika pengukuran OPERA yang benar, cosmic-ray neutrinos terlalu berat dihasilkan oleh pion. IceCube melihat potensi kecepatan dari setiap superluminal jauh dari laporan OPERA.

Masalah-masalah dan kontradiksi menunjukkan hukum-hukum fisika saat ini belum dipahami dengan benar. Tetapi fisikawan masih terus memasang mata untuk eksperimen neutrino lainnya.

"Tidak ada yang mengatakan hasil OPERA adalah mustahil, meskipun memerlukan revisi ekstrim pemahaman kita tentang fisika," kata Sheldon Glashow, nobelis fisika teoritis dari Boston University.

"Tapi kalau ternyata benar, saya akan mengatakan kepada alam, Anda yang menang. Lalu saya akan pensiun," kata Glashow.
Superluminal Neutrinos at OPERA Confront Pion Decay Kinematics

R. Cowsik, S. Nussinov, U. Sarkar

arXiv:1110.0241 (last revised 20 Dec 2011)

Akses : arXiv:1110.0241

Constraints and tests of the OPERA superluminal neutrinos

Xiao-Jun Bi, Peng-Fei Yin, Zhao-Huan Yu, Qiang Yuan

arXiv:1109.6667

Akses : arXiv:1109.6667
Xiaojun Bi http://english.ihep.cas.cn/
Ramanath Cowsik http://news.wustl.edu/people/Pages/CowsikRamanath.aspx
Sheldon Glashow http://en.wikipedia.org/wiki/Sheldon_Lee_Glashow

Artikel Lainnya: