Pages

Ragi Saccharomyces cerevisiae Evolusi Mono ke Multi Sel

Jurnal KeSimpulan.com - Jika Adam adalah asal muasal maka badannya harus jamuran. Pertama kali peneliti mereplikasi langkah kunci asal-usul multiseluler di laboratorium terkontrol.

Lebih 500 juta tahun lalu, organisme bersel tunggal di permukaan Bumi membentuk cluster multi-selular yang akhirnya menjadi tanaman dan hewan. Sekarang ilmuwan mereplikasi langkah kunci di laboratorium terkontrol menggunakan ragi.

Ragi berevolusi menjadi cluster multi-selular yang bekerja sama secara kooperatif, bereproduksi dan beradaptasi dengan lingkungan.

"Pembagian tumbuh begitu cepat dan berulang-ulang," kata George Gilchrist, wakil direktur Division of Environmental Biology di National Science Foundation's (NSF).

"Langkah pertama kompleksitas menuju multi-selular tampaknya mengurangi rintangan evolusioner dibanding teori yang ada," kata Gilchrist.

Mereka menjadi prekursor untuk kehidupan di Bumi yang mendasari semua mahkluk pada hari ini.

"Berawal 2 tahun lalu ketika ngobrol santai sambil minum kopi untuk menjembatani kesenjangan multi seluleritas paling keren," kenang Will Ratcliff dan Michael Travisano, bioteknolog University of Minnesota (UMN).

"Tidak banyak ilmuwan melakukan evolusi eksperimental dan mereka mencoba untuk menjawab pertanyaan tentang evolusi, tidak menciptakannya," kata Ratcliff.

Untuk memahami mengapa dunia ini penuh dengan tanaman dan hewan, termasuk manusia, kita perlu tahu bagaimana organisme bersel satu beralih menjadi kelompok sebagai organisme bersel multi.

"Penelitian ini eksperimen pertama mengamati transisi tersebut. Menyediakan sebuah acara ratusan jutaan tahun yang lalu," kata Sam Scheiner, direktur program Division of Environmental Biology di NSF.

Ragi Brewer (Saccharomyces cerevisiae) adalah spesies ragi yang digunakan untuk membuat roti dan bir karena berlimpah di alam dan tumbuh dengan mudah. Mereka membudaya dalam media kaya nutrisi dan memungkinkan sel tumbuh selama satu hari dalam tabung uji.

Kemudian centrifuge untuk stratifikasi berat. Kelompok sel yang mendarat di bagian dasar tabung lebih cepat karena lebih berat. Para biolog menghapus cluster untuk dipindahkan ke media baru dan seterusnya dalam 60 siklus. Sekarang cluster ratusan sel tampak seperti bola salju. Cluster bukan hanya kelompok sel acak yang melekat satu sama lain, tetapi sel terkait dalam pembelahan berikutnya.

"Sebuah cluster saja tidak multi-selular. Tapi ketika sel-sel dalam sebuah cluster bekerja sama, berkorban untuk kepentingan bersama, dan beradaptasi dengan perubahan maka ini transisi evolusioner untuk multi-cellularity," kata Ratcliff.
Experimental evolution of multicellularity

William C. Ratcliff1, R. Ford Denison1, Mark Borrello1, Michael Travisano1,2
  1. Department of Ecology, Evolution and Behavior and
  2. BioTechnology Institute, University of Minnesota, Minneapolis, MN 55108
PNAS January 17, 2012

Akses : DOI:10.1073/pnas.1115323109
William C. Ratcliff http://www.umn.edu
George Gilchrist http://www.nsf.gov/staff/staff_bio.jsp?lan=ggilchri&org=NSF&from_org=NSF
Sam Scheiner http://www.nsf.gov/staff/staff_bio.jsp?lan=sscheine&org=NSF&from_org=NSF

Gambar : William C. Ratcliff
Video : NatureNewsteam http://www.youtube.com/user/NatureNewsteam


Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment