Pages

Pola Matematika Neuron di Otak Pembunuh Berantai

Jurnal KeSimpulan.com - Pola matematis pembunuhan berantai. Aktivitas tembakan neuron otak diolah dengan matematika menjelaskan pola pembunuh berantai.

Pada tanggal 20 November 1990, Andrei Chikatilo ditangkap di Rostov, perbatasan Rusia dengan Ukraina. Setelah 9 hari dalam tahanan, Chikatilo mengakui pembunuhan 36 perempuan dan anak-anak selama periode tahun 12.

Sidang selanjutnya ia mengaku 20 pembunuhan lagi. Jadi dia salah satu pembunuh berantai paling produktif sejarah modern.

Sekarang, Mikhail Simkin dan Vwani Roychowdhury dari University of California Los Angeles, menjelaskan analisis matematis pola perilaku Chikatilo.

Pola matematika mengikuti hukum kuantitatif persis apa yang terjadi pada perilaku Chikatilo disebabkan oleh penembakan neuron di otak.

Ketika neuron terbakar, api tidak lagi padam sampai ia mengisi ulang, suatu waktu yang dikenal sebagai periode refraksi. Setiap neuron terhubung ke ribuan lainnya. Neuron lain juga bersiap menjadi api yang dipicu oleh neuron pertama.

Pada gilirannya terhubung neuron lebih banyak dan seterusnya sehingga mudah untuk melihat bagaimana reaksi berantai menyapu ke seluruh otak jika kondisi telah matang. Tapi ini dengan sendirinya tidak mampu menjelaskan perilaku pembunuh berantai itu.

"Kita tidak bisa berharap si pembunuh melakukan pembunuhan pada saat yang tepat ketika eksitasi saraf mencapai batas tertentu. Dia perlu waktu untuk merencanakan dan mempersiapkan kejahatan," kata Simkin dan Roychowdhury.

Sebaliknya, Simkin dan Roychowdhury menyarankan seorang pembunuh berantai hanya melakukan pembunuhan setelah ambang batas terlampaui pada jangka waktu tertentu. Pembunuhan memiliki efek penenang pada si pembunuh yaitu aktivitas neuronal turun di bawah ambang batas.

Simkin dan Roychowdhury menggunakan periode 2 milidetik sebagai langkah dasar yaitu paruh waktu tembakan neuron nyata. Dan simulasi langkah-langkah beberapa kali 100 miliar, setara dengan 12 tahun atau lebih. Ini periode aktif Chikatilo!

"Model memperkenalkan tingkat keberhasilan pembunuhan terjadi dengan probabilitas tertentu. Jika tidak, dia mengulangi usahanya pada hari berikutnya dan seterusnya," kata Simkin dan Roychowdhury.

Chikatilo akhirnya dihukum bersalah terhadap 52 pembunuhan dan dieksekusi dengan tembakan ke kepala pada tahun 1994.
Stochastic modeling of a serial killer

M. V. Simkin, V. P. Roychowdhury

arXiv (Submitted on 12 Jan 2012)

Akses : arXiv:1201.2458

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment