Pages

Metode Kromatografi Spektrometri Massa Nikotin Maya

Jurnal KeSimpulan.com - Jika kita bicara tembakau maka flashback long-long time ago peradaban manusia. Sebuah metode spektrometri melihat nikotin di objek arkeologi.

Tembakau (Nicotiana tabacum) adalah anggota keluarga tanaman Solanaceae yang menjadi salah satu keluarga tanaman paling menarik. Ini termasuk Belladonna, paprika, kentang, dan tomat. Tembakau adalah kultivar asli Amerika ketika penduduk menemukan versi liar.

Pada saat Eropa datang, tembakau banyak dibudidaya sebagai industri dan perdagangan.

Tembakau memiliki sejarah panjang kombinasi penggunaan bagi rekreasi dan ritual agama.

Senyawa utama yaitu Nikotin yang menyebabkan efek psikoaktif ringan adalah molekul alkaloid, racun pertahanan tanaman untuk mencegah herbivora.

Sementara molekul bervariasi di seluruh tanaman, beberapa form Nikotin ditemukan di beberapa level pada sejumlah keluarga Solanaceae. Namun tembakau paling adiktif.

Meskipun Nikotin ditemukan dalam sejumlah spesies, molekul tertentu Nikotin awalnya berevolusi sebagai pertahanan anti herbivora, juga dimanfaatkan oleh spesies lain yaitu Homo sapiens.

Jika Anda menemukan Nikotin dalam sampel arkeologi, mungkin tembakau telah dibakar di sana. Dengan kata lain tembakau secara intim menjadi bagian dari perjalanan panjang budaya dan peradaban manusia.

Dmitri Zagorevski, bioteknolog Rensselaer Polytechnic Institute di New York, dan Jennifer Loughmiller-Newman, arkeolog University at Albany SUNY New York. melapor ke Rapid Communications in Mass Spectrometry metode pembuktian penggunaan tembakau olah Suku Maya.

"Studi kami menyediakan bukti langka spektrometri massa wadah kuno sebagai metode analisis residu organik dalam artefak arkeologi. Temuan ini tidak hanya penting untuk memahami hieroglif Maya, namun juga aplikasi arkeologi penting deteksi kimia," kata Zagorevski et.al.
The detection of nicotine in a Late Mayan period flask by gas chromatography and liquid chromatography mass spectrometry methods

Dmitri V. Zagorevski1 dan Jennifer A. Loughmiller-Newman2
  1. Center for Biotechnology and Interdisciplinary Studies, Rensselaer Polytechnic Institute, Troy, NY, USA
  2. Department of Archaeology, 234 Arts and Sciences, University at Albany SUNY, Albany, NY, USA
Rapid Communications in Mass Spectrometry, Volume 26, Issue 4, pages 403-411, 29 February 2012

Akses : DOI:10.1002/rcm.5339
Gambar : Jennifer A. Loughmiller-Newman

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment