Pages

Membersihkan Energi Gelap dari Distorsi Atmosfer Bumi

Jurnal KeSimpulan.com - Panorama materi gelap lebih jelas poin utama menuju pemahaman yang lebih baik tentang energi gelap.

Dua tim fisikawan di US Department of Energy Fermilab dan Lawrence Berkeley National Laboratory (Berkeley Lab) secara independen membuat pengukuran langsung terbesar dari perancah tak terlihat di alam semesta.

Kedua tim membangun peta materi gelap menggunakan metode baru untuk menggolah database panorama kosmik dari Sloan Digital Sky Survey (SDSS).

Dua masalah utama mengukur materi gelap yaitu, pertama, membangun peta alam semesta dalam plot-plot hingga milyaran tahun di masa lalu.

Kedua, distorsi atmosfer Bumi mengangu akurasi ketika menggunakan teleskop berbasis darat.

Pengukuran tim mencari distorsi kecil panorama galaksi jauh disebut "pergeseran kosmik" yang disebabkan oleh pengaruh gravitasi besar. Akibatnya struktur materi gelap tidak dapat terlihat di latar depan.

Seiring waktu, upaya memetakan struktur materi gelap dan evolusi dari waktu ke waktu cenderung semakin akurat dan sensitif. Pengembangan perangkat dalam upaya berkelanjutan mendorong pemahaman peregangan ruang efek misteri energi gelap.

"Hasil ini sangat menggembirakan untuk masa depan survei langit 6 kali lebih dalam dan waktu lebih jauh ke belakang dibanding gambar tunggal," kata Huan Lin, fisikawan Fermilab dan anggota tim SDSS serta Dark Energy Survey (DES).

Melanie simet, fisikawan University of Chicago dan anggota kolaborasi SDSS, mengurai teknik-teknik baru untuk meningkatkan peta pergeseran peta kosmik dan menjelaskan bagaimana teknik ini dapat memperluas jangkauan langit saat konferensi American Astronomical Society (AAS) di Austin, Texas, kemarin.

Eric Huff, fisikawan University of California dan anggota tim SDSS, menyajikan poster deskripsi pengukuran pergeseran kosmis termasuk kendala baru energi gelap pada hari Kamis nanti, 12 Januari.

Beberapa survei astronomi besar seperti DES, Large Synoptic Survey Telescope dan HyperSuprimeCam survey mencoba mengukur pergeseran kosmik pada tahun-tahun mendatang. Distorsi lensing lemah begitu halus, bagaimanapun efek atmosfer menimbulkan tantangan besar untuk pengukuran gerakan kosmik ini.
James Annis et.al. The SDSS Coadd: 275 deg^2 of Deep SDSS Imaging on Stripe 82, arXiv:1111.6619 (last revised 19 Dec 2011).

Ribamar R. R. Reis et.al. The SDSS Coadd: A Galaxy Photometric Redshift Catalog, arXiv:1111.6620 (last revised 19 Dec 2011).

Melanie Simet et.al. The SDSS Coadd: Cross-Correlation Weak Lensing and Tomography of Galaxy Clusters, arXiv:1111.6621 (last revised 19 Dec 2011).

Huan Lin et.al. The SDSS Coadd: Cosmic Shear Measurement, arXiv:1111.6622 (last revised 20 Dec 2011).

Eric M. Huff et.al. Seeing in the dark -- I. Multi-epoch alchemy, arXiv:1111.6958 (Submitted on 29 Nov 2011).

Eric M. Huff et.al. Seeing in the dark -- II. Cosmic shear in the Sloan Digital Sky Survey, arXiv:1112.3143 (Submitted on 14 Dec 2011).
Gambar : SDSS

Artikel Lainnya: