Pages

Konsep Misi Pesawat Tak Berawak AVIATR ke Titan

Jurnal KeSimpulan.com - "Ku kepak sepasang sayap di punggung, melambung plutonium-238 digenggam gravitasi. Dimatamu ku lihat atmosfer Titan," demikian sajak astronom.

Dan Titan adalah satelit alami terbesar Saturnus, tempat yang cukup menarik sebagai lembaga lain selain Bumi di sistem Matahari yang memiliki tipologi atmosfer dan bukti cair di permukaannya.

"Sejauh kepentingan ilmiah, maka Titan adalah target paling menarik di Tata Surya," kata Jason W. Barnes dari University of Idaho.

Maka Barnes bersama tim 30 ilmuwan dan insinyur menyusun konsep misi tak berawak menjelajahi langit Titan.

Rencana bertitel AVIATR (Aerial Vehicle for In-situ and Airborne Titan Reconnaissance) terdiri dari pesawat seberat 120 kg untuk melayangi atmosfer.

Misi AVIATR dapat berfungsi sebagai misi mandiri atau bagian dari program eksplorasi Titan yang lebih besar untuk mempelajari geografi (gunung, bukit, danau dan laut) dan atmosfer (angin, kabut, awan dan hujan).

"AVIATR menawarkan 2 teknologi yaitu platform mengorbit dan mendarat."

AVIATR terdiri dari 3 kendaraan. Satu untuk perjalanan ruang angkasa, satu masuk dan turun ke Titan, dan satu pesawat terbang di atmosfer. Kalkulasi biaya senilai US$715.000.000.

Sayangnya, misi tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena tidak masuk agenda "Decadal Survey" oleh National Research Council, sebuah prioritas misi planet masa depan. Saat ini NASA berinvestasi pada sebuah balon udara panas tradisional.

Tapi Barnes tetap terus berharap misi hingga tahun 2020. Barnes dan tim menjelaskan konsep, teknis, detail pesawat dan kalkulasi ke Experimental Astronomy.

"Misi ditangguhkan ke dekade lain. Kami memiliki banyak minat tapi kami melanggar paradigma bahwa balon adalah cara yang tepat untuk pergi ke Titan."

"Titan adalah tempat terbaik untuk terbang dengan pesawat di seluruh sistem Matahari. Kita bisa pergi kapan dan di manapun kita ingin."

Titan memiliki 4 kali lebih banyak udara tapi memiliki gravitasi 7 kali lebih ringan dibanding Bumi. Sebuah balon bisa terjebak dalam angin ketika perjalanan ke kutub, aktivitas paling kejam meteorologi Titan. AVIATR lebih baik dan cukup kuat bertahan.
AVIATR - Aerial Vehicle for In-situ and Airborne Titan Reconnaissance: A Titan airplane mission concept

Jason W. Barnes1 et.al.
  1. University of Idaho, Moscow, ID 83844-0903, USA
Experimental Astronomy, 20 December 2011

Akses : DOI:10.1007/s10686-011-9275-9
Jason W. Barnes http://www.phys.uidaho.edu/jwbarnes

Gambar : Jason W. Barnes, et.al., Experimental Astronomy, DOI:10.1007/s10686-011-9275-9

Artikel Lainnya: