Pages

Ekosistem Ventilasi Hidrotermal di Kedalaman 5000 Meter

Jurnal KeSimpulan.com - Di bawah Laut Karibia terletak lubang hidrotermal terdalam. Di kedalaman 5.000 meter, para perokok mengalahkan perokok sebalumnya 800 meter.

Di sekitar cerobong asap hitam ada kehidupan namun hanya mikroba, anemon dan kawanan spesies terbatas. Eksporasi sebelumnya tidak menemukan udang yang melihat dengan menggunakan sensor cahaya di punggungnya.

"Jauh di ventilasi dalam, bagian dunia yang memang sangat jarang," kata Jon Copley, oseanografer University of Southampton di Inggris.

"Kami datang ke dasar laut yang cukup tandus dan kemudian tiba-tiba, Anda di tengah-tengah koloni benar-benar subur makhluk laut," kata Douglas Connelly, oseanografer Southampton's National Oceanography Centre.

Tim eksplorer pertama kali menyadari sauna laut Karibia ketika meneliti materi kimia menggunakan kendaraan otonom.

Mereka kemudian menggelar kendaraan bawah air yang diprogram untuk menyelidiki habitat.

Lubang terdalam ditemukan di jantung retakan vulkanik, tetapi tim juga menemukan sebuah ventilasi terbungkus dalam sebuah gunung bawah laut agak jauh dari punggungan. Ada udang, kepiting dan sejumlah ikan.

"Ventilasi mungkin lebih umum di seluruh dunia," kata Alex Rogers, oseanografer University of Oxford.

"Kami berada dalam fase eksplorasi ekosistem yang menarik di mana ventilasi jauh lebih dalam atau menjadi sampel konsepsi. Sebelumnya ekologi dan biogeografi ventilasi yang ditemukan terlalu sederhana," kata Rogers.
Hydrothermal vent fields and chemosynthetic biota on the world's deepest seafloor spreading centre

Douglas P. Connelly1, Jonathan T. Copley2, et.al.
  1. National Oceanography Centre, Southampton, UK.
  2. Department of Ocean and Earth Science, University of Southampton, Southampton, UK.
Nature Communications 10 January 2012

Akses : DOI:10.1038/ncomms1636

The Discovery of New Deep-Sea Hydrothermal Vent Communities in the Southern Ocean and Implications for Biogeography

Alex D. Rogers1 et.al.
  1. Department of Zoology, University of Oxford, Oxford, United Kingdom
PLoS Biology January 3, 2012

Akses : DOI:10.1371/journal.pbio.1001234
Jon Copley http://www.soton.ac.uk/~jtc/
Douglas Connelly http://www.noc.soton.ac.uk/geochem/index.php?action=staff_entry&SID=32
Alex Rogers http://www.zoo.ox.ac.uk/staff/academics/rogers_ad.htm

Gambar : Douglas P. Connelly et.al., Nature Communications, DOI:10.1038/ncomms1636

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment