Pages

Apakah Lumba-lumba Botol Tursiops truncatus Bermimpi

Jurnal KeSimpulna.com - Lumba-lumba bermimpi menjadi Paus. Sesekali Anda menemukan laporan yang indah. Apakah Lumba-lumba Botol (Tursiops truncatus) bermimpi?

5 Lumba-lumba Botol (Tursiops truncatus) tinggal di akuarium Port-Saint-Père di Perancis. Setiap hari mereka mempertontonkan akrobatik melompat-lompat dan sebagainya di pertunjukan. Suatu hari akuarium memainkan klip 20 menit "musik intro" di awal pertunjukan.

Ini terdiri dari berbagai suara kelautan termasuk burung laut dan ikan paus. Apa yang terjadi berikutnya adalah menakjubkan.

Sekitar sebulan suara intro, para peneliti melihat beberapa suara aneh yang datang dari lumba-lumba ketika larut malam.

Ternyata lumba-lumba telah mulai membuat suara-suara ikan paus.

Mereka menirukan suara ikan paus hanya di malam hari yaitu pukul 1.00-3.00 ketika mereka sedang beristirahat, bahkan mungkin tidur.

Tidak ada yang melatih mereka untuk melakukan hal ini. Vokalisasi atipikal jauh lebih rendah dari normal dan juga berlangsung lebih lama.

Karena penasaran maka para petugas merekam kicauan paus oleh lumba-lumba dengan mikrofon bawah air dan membawa sampel kepada biolog. Tidak ada teori untuk menjelaskan hipotesis, namun para peneliti tetap melapor ke Frontiers in Comparative Psychology.

Mengapa lumba-lumba melakukannya? Tetap misteri.

Semua lahir di penangkaran sehingga tidak pernah bertemu ikan paus nyata. Satu teori yaitu mereka melatih secara mental. Bahkan mungkin mereka bermimpi dan "berbicara dalam tidur". Meskipun tidak diketahui apakah lumba-lumba juga bermimpi, alam bawah sadar termanisfes dalam bentuk suara.
Do dolphins rehearse show-stimuli when at rest? Delayed matching of auditory memory

Dorothee Kremers1, Margarita Briseño Jaramillo1, Martin Böye2, Alban Lemasson1,3 and Martine Hausberger1
  1. Ethologie Animale et Humaine, Université de Rennes 1, Paimpont, France
  2. Département Scientifique et Pédagogique, Planète Sauvage, Port Saint-Père, France
  3. Institut Universitaire de France, Paris, France
Frontiers in Comparative Psychology, 29 December 2011

Akses : DOI:10.3389/fpsyg.2011.00386

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment