Pages

Tampilan Wajah Awet Muda Dengan Kadar Gula Rendah

Jurnal KeSimpulan.com - Sedikit trik anda tetap muda. Penelitian baru menemukan kadar gula darah rendah membuat Anda terlihat tetap muda. Awet ayu, awet cakep.

Kita semua ingin terlihat dan merasa lebih muda. Semua bersedia membayar berapa pun untuk mendapatkannya. Di manapun orang-orang menjual janji kulit lebih muda, rambut bersinar, sedikit keriput, dan spot penuaan memudar.

Sekarang bagaimana jika Anda bisa terlihat lebih muda hanya dengan menjaga kadar gula darah tetap rendah?

Tampilan tua dan muda adalah sebuah penilaian penampakan. Ini masuk ke ranah subjektivitas.

Pertanyaannya adalah seberapa banyak penilaian penampilan muda?

Tim peneliti di Leiden University membagi 569 sukarelawan sehat menjadi 3 kelompok berdasarkan kadar glukosa darah setelah makan. Rendah, sedang atau tinggi. Subjek lain 33 orang diabetes dengan kadar glukosa darah lebih tinggi.

40 penilai independen diminta melihat foto relawan dan menaksir umur.

Hasilnya, foto sukarelawan dengan kadar gula darah tinggi dinilai orang terlihat lebih tua, bahkan ketika variabel lain yang mempengaruhi penampilan seperti usia kronologis, merokok dan terpaan ultraviolet turut dihitung.

"Temuan ini menekankan pentingnya mengatur tingkat gula darah bagi kesejahteraan dan kesehatan dalam kategori usia," Diana van Heemst di Leiden University, Belanda.

"Jika orang menyadari kadar gula memiliki efek pada penampilan, mungkin menjadi insentif tambahan untuk menerapkan gaya hidup lebih sehat," kata Heemst.

Selisih kelompok glukosa terendah dan pengindap diabetes adalah 1 tahun 7 bulan. Bahkan di antara mereka yang tidak diabetes, ada selisih 1 tahun antara kelompok glukosa terendah dan tertinggi.

"Apa yang terjadi di dalam tubuh ditulis di wajah," kata David Gunn dari Unilever Research di Sharnbrook, Inggris, melapor ke jurnal AGE.
High serum glucose levels are associated with a higher perceived age

Raymond Noordam1, David A. Gunn2, Cyrena C. Tomlin2, Andrea B. Maier1, Simon P. Mooijaart1, P. Eline Slagboom3,4, Rudi G. J. Westendorp1,4, Anton J. M. de Craen1, Diana van Heemst1 dan On behalf of the Leiden Longevity Study Group
  1. Department of Gerontology and Geriatrics, Leiden University Medical Center, PO Box 9600, 2300 RC Leiden, The Netherlands
  2. Unilever Discover, Colworth House, Sharnbrook, Bedfordshire, UK
  3. Section of Molecular Epidemiology, Department of Medical Statistics and Bioinformatics, Leiden University Medical Center, Leiden, the Netherlands
  4. Netherlands Consortium of Healthy Aging (NCHA), Leiden, The Netherlands
AGE

Akses : DOI:10.1007/s11357-011-9339-9
Diana van Heemst http://www.lumc.nl
David Gunn http://www.unilever.com

Artikel Lainnya: