Pages

Spesies Baru Dinosaurus Bertanduk Spinops sternbergorum

Jurnal KeSimpulan.com - Spesies baru dinosaurus bertanduk berdating 76 juta tahun dilaporkan tim ilmuwan internasional setelah hampir 100 tahun penggalian awal.

Spinops sternbergorum hidup 76 juta tahun lalu di selatan Alberta, Kanada. Spinops adalah sepupu muda Triceratops, pemakan tumbuhan dan berat 2 ton.

Sebuah tanduk tunggal besar menjulang dari puncak hidung dan embel-embel 2 tulang leher ke depan dan ke belakang serta 2 kait melengkung ke depan.

Struktur-struktur unik membedakan Spinops dari rekan dekat dinosaurus bertanduk yang terkait.

"Saya kagum dengan spesimen dan bagaimana begitu lama dipelajari," kata Andrew Farke dari Augustyn Family Curator of Paleontology di Raymond M. Alf Museum of Paleontology.

"Hewan ini merupakan tambahan penting pemahaman kita tentang keragaman dan evolusi dinosaurus bertanduk."

Setidaknya dua tengkorak Spinops sternbergorum ditemukan tahun 1916 oleh Charles H. Sternberg dan Lewi Sternberg. Mereka mengirim fosil ke Natural History Museum di London.

Namun fosil dianggap terlalu agresif sehingga disimpan hingga para paleontolog menganalisis beberapa dekade kemudian. Sekarang Andrew Farke dan rekan melapor ke Acta Palaeontologica Polonica.

"Penelitian ini menyoroti pentingnya koleksi museum untuk memahami sejarah planet kita."

"Saya dan rekan-rekan terkejut menemukan fosil ini di rak museum dan lebih terkejut ketika menentukan mereka spesies yang sebelumnya tidak diketahui dalam keluarga dinosaurus."

Spinops sternbergorum berarti "tulang belakang Sternbergs". Meskipun wajah Spinops mirip kerabat dekatnya Centrosaurus dan Styracosaurus, anatomi unik embel-embel tulang leher memberi wawasan struktur ini menjalani evolusi.
A new centrosaurine from the Late Cretaceous of Alberta, Canada, and the evolution of parietal ornamentation in horned dinosaurs

Andrew A. Farke, Michael J. Ryan, Paul M. Barrett, Darren H. Tanke, Dennis R. Braman, Mark A. Loewen, and Mark R. Graham

Acta Palaeontologica Polonica 56 (4), 6 December 2011.

Akses : DOI:10.4202/app.2010.0121
Gambar : Copyright Dmitry Bogdanov; copyright rekonstruksi tengkorak Lukas Panzarin, Raymond M. Alf Museum of Paleontology

Artikel Lainnya: