Pages

Misteri Align Sapi Selaras Medan Magnet Bumi

Jurnal KeSimpulan.com - Bentrok sapi magnetik berbaris di Google Earth. Para peneliti tidak sependapat terkait replikasi studi bahwa sapi berbaris mengikuti medan magnet Bumi.

Terkadang, para ilmuwan harus bekerja keras. Ketika tidak bisa menjelaskan apa yang ditemukan maka laporan yang ditulis menjelaskan apa yang telah mereka lihat. Tetapi mereka memilih menulis laporan yang menjelaskan apa yang mereka pikirkan.

Magneto-reception telah banyak dikenal. Kasus ini berawal di tahun 2008, sebuah tim biolog melihat gambar satwa liar yang diambil oleh Google Earth.

Mereka menyadari ada pola align selaras pada sapi di padang rumput. Setelah melihat lebih banyak gambar, pola lebih luas semakin muncul.

Anehnya, barisan sapi tampak menyelaraskan diri dengan medan magnet Bumi. Tim dipimpin Hynek Burda melapor penyelidikan tersebut ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Kemudian, tim meneliti lebih lanjut dan tidak menemukan pola align di sekitar jaringan kabel listrik. Mereka berpikir listrik mengganggu kemampuan sapi merasakan medan magnet. Temuan dilaporkan ke PNAS.

Dua laporan Burda et.al. menimbulkan kegaduhan di media. Beberapa pendapat sedikit menyenangkan. Lainnya menyatakan sapi berbaris bukan hal yang baru.

Sapi melakukannya untuk mendapatkan sudut Matahari terbaik agar tetap hangat atau menghindari angin dingin. Tapi untuk melakukannya sapi membutuhkan medan magnet Bumi. Tampaknya kabar baik.

Karena semua secara teknis sesuai kaidah sains maka tim lain memutuskan penelitian replikasi. Sayangnya, tim kedua tidak menemukan bukti klaim tim pertama dan melaporkan hal ini ke Journal of Comparative Physiology A.

"Dua tim independen berpartisipasi dalam penelitian kami dan sampai pada kesimpulan tidak ada keselarasan antara hewan ternak di sepanjang geomagnetik," kata tim kedua.

"Ketika tahun 2008 peneliti mulai mengumumkan temuan yang mengejutkan media, kami mendapat kesan bahwa ini bukan cara sains dan kami melihat lebih dekat. Kami menemukan tidak sefantastis seperti yang dikabarkan," kata tim kedua.

Tim pertama jelas kesal dengan laporan tim kedua. Mereka meminta mencari seperti yang mereka temukan. Tim kedua tampaknya melihat bal jerami, lumbung dan benda mati lainnya di samping sapi-sapi yang seharusnya menjadi fokus penelitian.

"Satu setengah dari data mereka hanya kebisingan. Mereka hanya melihat 50% data tentang sapi. Ini sangat subyektif," kata tim pertama.

Tim pertama juga menilai tim kedua melihat sapi individu, bukan ternak secara keseluruhan maka penelitiannya adalah cacat dan dengan demikian tidak sah.

Tim kedua kemudian menanggapi dengan menyatakan lebih tegas bahwa mereka tidak mempelajari benda mati tetapi kedua tim mungkin melihat gambar yang berbeda sehingga memiliki perbedaan dalam temuan.

"Domba, kuda, bal jerami, batu, sapi dengan resolusi memuaskan, sapi dekat pemukiman, jalan atau pengumpan, tidak dianalisis," kata tim kedua.

Tim kedua juga mengatakan tidak akan melakukan penelitian lebih lanjut apapun pada topik ini.

Untungnya, beberapa peneliti lain berpihak pada tim pertama dengan mengatakan memang ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa sapi untuk alasan apa pun cenderung menyesuaikan diri dengan medan magnet Bumi.

Artinya, kita semua bisa tersenyum dan menyambut pagi dengan aman. Dalam sains ilmu pengetahuan, para ilmuwan mencoba bekerja keras untuk memecahkan misteri besar yang menguras waktu kita.
Magnetic alignment in grazing and resting cattle and deer

Sabine Begall1, Jaroslav Červený2,3, Julia Neef1, Oldřich Vojtěch3,4, dan Hynek Burda1
  1. Department of General Zoology, Faculty of Biology and Geography, University of Duisburg-Essen, 45141 Essen, Germany
  2. Institute of Vertebrate Biology, Academy of Sciences of the Czech Republic, 60365 Brno, Czech Republic
  3. Department of Forest Protection and Wildlife Management, Faculty of Forestry and Wood Sciences, Czech University of Life Sciences, 16521 Praha 6, Czech Republic
  4. Sumava National Park Administration, Susicka 399, 341 92 Kasperske Hory, Czech Republic
PNAS September 9, 2008 vol. 105 no. 36 13451-13455

Akses : DOI:10.1073/pnas.0803650105

Extremely low-frequency electromagnetic fields disrupt magnetic alignment of ruminants

Hynek Burda1, Sabine Begall1, Jaroslav Červený2,3, Julia Neef1 dan Pavel Němec4
  1. Department of General Zoology, Faculty of Biology and Geography, University of Duisburg-Essen, 45117 Essen, Germany
  2. Department of Forest Protection and Wildlife Management, Faculty of Forestry and Wood Sciences, Czech University of Life Sciences, 16521 Praha 6, Czech Republic
  3. Institute of Vertebrate Biology, Academy of Sciences of the Czech Republic, 60365 Brno, Czech Republic
  4. Department of Zoology, Faculty of Science, Charles University in Prague, 12844 Praha 2, Czech Republic
PNAS April 7, 2009 vol. 106 no. 14 5708-5713

Akses : DOI:10.1073/pnas.0811194106

No alignment of cattle along geomagnetic field lines found

J. Hert1, L. Jelinek2, L. Pekarek3 dan A. Pavlicek4
  1. Department of Anatomy, Faculty of Medicine, Charles University, 305 06 Plzen, Czech Republic
  2. Department of Electromagnetic Field, Faculty of Electrical Engineering, Czech Technical University in Prague, 166 27 Prague, Czech Republic
  3. National Reference Laboratory for Electromagnetic Field, National Institute of Public Health, 100 42 Prague, Czech Republic
  4. Department of System Analysis, Faculty of Informatics and Statistics, University of Economics, Prague, Czech Republic
Journal of Comparative Physiology A Volume 197, Number 6, 677-682, 12 February 2011

Akses : DOI:10.1007/s00359-011-0628-7

Further support for the alignment of cattle along magnetic field lines: reply to Hert et al.

S. Begall1, H. Burda1,2, J. Červený2, O. Gerter1, J. Neef-Weisse1 dan P. Němec3
  1. Department of General Zoology, Faculty of Biology, University of Duisburg-Essen, 45117 Essen, Germany
  2. Department of Forest Protection and Wildlife Management, Faculty of Forestry and Wood Sciences, Czech University of Life Sciences, 16521 Praha 6, Czech Republic
  3. Department of Zoology, Faculty of Science, Charles University in Prague, 12844 Praha 2, Czech Republic
Journal of Comparative Physiology A Volume 197, Number 12, 1127-1133, 22 October 2011

Akses : DOI:10.1007/s00359-011-0674-1

Authors’ response

J. Hert1, L. Jelinek2, L. Pekarek3 dan A. Pavlicek4
  1. Department of Anatomy, Faculty of Medicine, Charles University, 305 06 Plzen, Czech Republic
  2. Department of Electromagnetic Field, Faculty of Electrical Engineering, Czech Technical University in Prague, 166 27 Prague, Czech Republic
  3. National Reference Laboratory for Electromagnetic Field, National Institute of Public Health, 100 42 Prague, Czech Republic
  4. Department of System Analysis, Faculty of Informatics and Statistics, University of Economics, Prague, Czech Republic
Journal of Comparative Physiology A Volume 197, Number 12, 1135-1136, 22 October 2011

Akses : DOI:10.1007/s00359-011-0688-8

Artikel Lainnya: