Pages

Lemparan Simpanse Proses Perilaku Kognisi Sosial

Jurnal KeSimpulan.com - Lemparan Simpanse memberikan petunjuk asal-usul proses kognitif manusia. Salah satu hipotesis lama bagaimana manusia menjadi sangat cerdas.

Ambilah sebuah benda lalu lemparkan ke target atau seseorang. Sekarang Anda merekonstruksi kembali tahap penting evolusi manusia. Sebuah langkah kecenderungan kognitif dimana proyektil menjadi bahasa dan pemikiran simbolis.

"Bayangkan Anda seorang hominid awal melempari kelinci. Ada tuntutan peningkatan selektif kognitif dan konsekuensi perkembangan otak," kata Bill Hopkins, neurosaintis Emory University.

Hopkins dan rekan melacak perilaku melempar yang teratur dilakukan Simpanse.

Hipotesis menyatakan ada korelasi antara melempar, kognisi dan lateralisasi tertentu yang terkonsentrasi di belahan otak kiri atau kanan otak.

Pengolahan bahasa terjadi di sisi kiri mengontrol tangan kanan dan kebanyakan orang menggunakan tangan kanan untuk melempar seperti halnya simpanse.

Melempar bola mencakup kognitif jarak ke target, berat bola dan kekuatan pelempar. Target yang bergerak membutuhkan lebih banyak bidikan. Hopkins pertama kali merekonstruksi pemikiran Antropolog bahwa perilaku melempar awal kaskade kognisi tingkat tinggi.

Hopkins scan otak simpanse yang melempar paling akurat memiliki koneksi tinggi antara motor cortex dan area Broca yang pada manusia adalah pusat produksi ucapan. Lebih baik melempar maka lebih canggih belahan otak kiri.

"Daerah ini bisa saja sebagai konsekuensi dari melempar. Jika Anda melempar dimulai dari belahan kiri yang dominan sebelum munculnya bicara maka bicara dan bahasa optasi sisi otak."

Dalam tes perilaku, simpanse juga terbukti dalam kecerdasan sosial dan komunikasi. Menariknya, perilaku melempar tidak muncul untuk berburu seperti asumsi umum tetapi untuk interaksi dengan teman sebaya.

"Pahala bukan sesuatu berbasis pangan. Pahala adalah orang mengontrol orang. Simpanse mendapat sesuatu untuk melempar. Jika saya bisa melakukan ini, saya memiliki beberapa kontrol atas dunia luar kandang."

Hopkins juga mencatat keterampilan perencanaan canggih Simpanse di kebun hewan Swedia yang mengumpulkan batu dan menyembunyikan dari staf penjaga untuk dilemparkan pada pengunjung.
The neural and cognitive correlates of aimed throwing in chimpanzees: a magnetic resonance image and behavioural study on a unique form of social tool use

William D. Hopkins1,2, Jamie L. Russell2 and Jennifer A. Schaeffer2
  1. Department of Psychology and Neuroscience, Agnes Scott College, 141 E. College Avenue, Decatur, GA 30030, USA
  2. Division of Developmental and Cognitive Neuroscience, Yerkes National Primate Research Center, Atlanta, GA 30322, USA
Philosophical Transactions of the Royal Society B, 12 January 2012 vol. 367 no. 1585 37-47

Akses : DOI:10.1098/rstb.2011.0195
Bill Hopkins http://www.ctsn.emory.edu/faculty/hopkins_william.html

Artikel Lainnya: