Pages

Kepiting Yeti Kiwa puravida Bertani Bakteri di Capit

Jurnal KeSimpulan.com - Ini keren abis. Beberapa hewan telah dikenal berprofesi petani. Contoh petani paling terkenal adalah semut yang merawat kebun jamur mereka.

Sekarang spesies baru diketahui berprofesi menjadi petani di kedalaman laut yaitu kepiting Yeti Kiwa puravida yang membudidaya pertanian bakteri di capitnya.

Kiwa puravida spesies kedua dalam keluarga kepiting Yeti karena penampilan mereka berbulu.

Mereka tinggal di dekat ventilasi hidrotermal laut dalam dengan spesimen yang dikumpulkan dari kedalaman 1000-1040 meter dekat Costa Rika.

Andrew Thurber, oseanografer Scripps Institution of Oceanography di La Jolla, California, dan rekan mencatat kepiting sering di depan bantalan simbion spesies kerang dan udang yang sering mengeluarkan metana aktif.

Kepiting Yeti tidak terlihat mengais-ngais makanan, tapi banyak mengoyang bolak-balik cakar di area rembesan metana aktif seperti menari.

Tugas paling penting petani apapun yaitu memfasilitasi pertumbuhan pertanian. K. puravida melakukan hal ini dengan menyediakan substrat bakteri di bulu cakar.

Melalui tarian, mereka meningkatkan produktivitas bakteri epibiont dengan menghapus lapisan batas yang kehabisan nutrisi. Jika bakteri pada substrat bergerak, senyawa gizi di sekitarnya langsung menempel.

"Melalui gerakan terus-menerus K. puravida n. sp. memfasilitasi peningkatan produktivitas epibiont," kata Thurber et.al. melapor ke PLoS ONE.

"Kami mengusulkan hipotesis capit K. puravida n. sp. mengaduk lapisan untuk meningkatkan produktivitas epibionts dan pada gilirannya menyediakan sumber makanan mereka."

"Bukti yang kami sajikan tentang K. puravida n. sp. menunjukkan spesies baru kepiting Yeti berternak bakteri yang tumbuh di atasnya dalam bentuk novel simbiosis."
Dancing for Food in the Deep Sea: Bacterial Farming by a New Species of Yeti Crab

Andrew R. Thurber1, William J. Jones2, Kareen Schnabel3
  1. Integrative Oceanography Division, Scripps Institution of Oceanography, La Jolla, California, United States of America
  2. Environmental Genomics Core Facility, Environmental Health Sciences, University of South Carolina, Columbia, South Carolina, United States of America
  3. National Institute of Water and Atmospheric Research, Kilbirnie, Wellington, New Zealand
PLoS ONE 6(11): e26243, November 30, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0026243
Gambar : (c) 2005 Ifremer / A. Fifis
Video : Nature News videos http://www.youtube.com/user/NatureNewsteam




Artikel Lainnya: