Pages

Gen Escherichia coli Pengekstrak Rumput Untuk Biofuel

Jurnal KeSimpulan.com - Dalam bisnis biofuel, tanaman non-pangan dikonversi menjadi bahan bakar seperti fatamorgana karena menarik tapi tampaknya di luar jangkauan.

Industri harus menambah koktail enzim mahal untuk ekstraksi tanaman jadi gula sehingga mikroba dengan mudah mengubah menjadi prekursor kimia bensin, solar, dan bahan bakar jet.

Produsen biofuel saat ini menggunakan sintesis etanol baik tepung jagung ataupun gula tebu. Namun muncul kekhawatiran ancaman ketahanan pangan.

Jagung dan tebu bersaing dengan lahan pertanian untuk mengisi perut 7 miliar orang di planet ini.

Biofuel generasi kedua atau 2-G menggunakan limbah pertanian atau tanaman non-pangan seperti rumput.

Gula dan tepung maizena mudah difermentasi dan dikonversi menjadi etanol. Tapi tanaman non-pangan atau cellulosic biomass lebih kompleks.

Biomassa selulosik berisi campuran gula chainlike disebut selulosa dan hemiselulosa yang tertanam dalam bahan kayu disebut lignin. Untuk mengkonversi, peneliti pertama kali harus merendam ke dalam gula berisi mikroba.

Biasanya menambahkan koktail 6 enzim untuk larutan yang mengandung tanaman. Tapi menambah enzim dan memurnikan berbiaya mahal. Sekitar 25 sen per liter.

Pada tahun 2009, para peneliti dari perusahaan Mascoma memasukkan 2 jenis mikroba berbeda yang mampu mengkonversi gula sederhana menjadi etanol. Namun kebanyakan negara tidak menggunakan etanol sebagai bahan bakar transportasi utama.

Sekarang Gregory Bokinsky, bioengineer Joint BioEnergy Institute di Emeryville, California, dan rekan menambah trik membuat bahan bakar lebih umum menggunakan Escherichia coli.

Laporan Bokinsky ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) dengan menciptakan 2 strain E. coli berisi gen untuk ekstraksi selulosa dan gen untuk ekstraksi hemiselulosa.

Kemudian masing-masing strain dipecah menjadi 3 kelompok dengan gen untuk salah satu dari 3 jalur metabolisme prekursor kimia bensin, diesel, atau bahan bakar jet.
Synthesis of three advanced biofuels from ionic liquid-pretreated switchgrass using engineered Escherichia coli

Gregory Bokinsky1,2 et.al.
  1. Joint BioEnergy Institute, 5885 Hollis Avenue, Emeryville, CA 94608
  2. QB3 Institute, University of California, San Francisco, CA 94158
PNAS November 28, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1106958108
Gambar : U.S. Department of Energy Genomic Science

Artikel Lainnya: