Pages

Diversifikasi Budaya Juga Mendorong Evolusi Manusia

Jurnal KeSimpulan.com - Diversifikasi budaya juga mendorong evolusi manusia. Perubahan struktur sosial dan praktik budaya juga dapat berkontribusi bagi evolusi manusia.

Misteri wajah lebar suku indian Xavánte yang hidup di hutan hujan Amazon Brazil sekian lama membuat pusing kepala antroplog. Tábita Hünemeier dari Universidade Federal do Rio Grande do Sul, Brazil, dan rekan ingin melihat lebih jauh.

Hünemeier et.al. memeriksa fisik, genetik, pola geografis dan iklim yang mempengaruhi lebih dari 1.200 orang adat Amazon Brasil dan Central Plateau.

Beberapa suku mendiami wilayah tersebut yaitu suju Baniwa, Ticuna, Yanomami, Kaingang, Xavánte dan Kayapó.

Salah satu temuan paling menarik adalah pesatnya laju perubahan morfologis suku indian Xavánte yang 3,8 kali lebih cepat dibanding suku lain. Perubahan terjadi meliputi kepala lebih besar, wajah dan hidung lebih luas. Pola mengikuti integrasi bentuk tengkorak manusia.

"Studi ini menunjukkan arah yang sama dengan pola integrasi evolusi," kata Mireia Esparza dan Neus Martínez-Abadías.

Temuan kosisten dengan penelitian sebelumnya tentang pola morfometrik dan potensi evolusi tengkorak manusia. Perkembangan morfologi juga independen pada suku Xavánte dengan populasi lain berdasarkan perbedaan geografis dan iklim.

Kombinasi isolasi budaya dan seleksi seksual menjadi kekuatan pendorong di belakang perubahan. Para peneliti mengeneralisasi hipotesis bahwa gen dan budaya adalah mitra evolusi yang bisa menjadi model dominan di sepanjang sejarah silsilah evolusi manusia.
Cultural diversification promotes rapid phenotypic evolution in Xavánte Indians

Tábita Hünemeier1, Jorge Gómez-Valdés2, Mónica Ballesteros-Romero3, Soledad de Azevedo4, Neus Martínez-Abadías5, Mireia Esparza6, Torstein Sjøvold7, Sandro L. Bonatto8, Francisco Mauro Salzano1, Maria Cátira Bortolini1, dan Rolando González-José4
  1. Departamento de Genética, Instituto de Biociências, Universidade Federal do Rio Grande do Sul, 91501-970 Porto Alegre, Rio Grande do Sul, Brazil
  2. Departamento de Anatomía, Facultad de Medicina, Universidad Nacional Autónoma de México, Circuito Interior, Ciudad Universitaria, 04510 DF, Mexico
  3. Escuela Nacional de Antropología e Historia, Periférico Sur y Zapote, 14030 DF, Mexico
  4. Centro Nacional Patagónico, Consejo Nacional de Investigaciones Científicas y Técnicas, U9120ACV, Puerto Madryn, Argentina
  5. Department of Anthropology, Pennsylvania State University, University Park, PA 16802
  6. Secció d'Antropologia, Departament de Biologia Animal, Universitat de Barcelona, 08028 Barcelona, Spain
  7. Osteologiska enheten, Stockholms Universitet, SE-106 91 Stockholm, Sweden
  8. Faculdade de Biociências, Pontifícia Universidade Católica do Rio Grande do Sul, 90610-001 Porto Alegre, Rio Grande do Sul, Brazil
PNAS December 19, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1118967109
Gambar : Nancy M. Flowers, University of New York

Artikel Lainnya: