Pages

Bipedalitas Tetap Menyebabkan Tubuh Overheating

Jurnal KeSimpulan.com - Evolusi bipedal bukan respon kebutuhan manusia awal menghindari panas karena gerakan tubuh berbulu maupun tidak berbulu tetap overheating.

Para peneliti telah lama menduga berdiri tegak sebagai upaya mendinginkan diri yang mendorong leluhur kita menjadi bipedal di terik Matahari savana Afrika yang panas.

Hipotesis diusulkan pertama kali oleh Peter Wheeler dari John Moores University.

Bipedalisme dan hilangnya bulu tubuh adalah respon atas kebutuhan leluhur kita menjaga agar tubuh tetap dingin.

Tapi sekarang duo peneliti menuangkan air dingin pada teori panas tersebut.

Kerabat kuno kita yang ditutupi bulu tebal meminta ongkos lebih ketika berjalan cepat di padang rumput siang hari.

"Dalam model Peter, ia menyimpulkan keuntungan termal untuk berdiri tegak, tapi tidak terbukti dalam versi kami," kata David Wilkinson dari John Moores University di Liverpool.

Wilkinson dan rekan sampai pada kesimpulan analisis matematika suhu tubuh selama aktivitas hewan berkaki 4 dan berkaki 2 dengan dan tanpa bulu.

Dimensi tubuh wanita 30kg dan laki-laki 55kg didasarkan hominin seperti Lucy Australopithicus afarensis. Berjalan selama 30 menit menempatkan hominin berbulu pada risiko stroke panas baik berkaki 4 atau tegak.

Hewan stasioner hanya nongkrong di tempat teduh dapat terhindar dari overheating, sementara aktivitas mencari makan manusia awal sering diterpa sinar Matahari langsung.

Markus Rantala dari University of Turku di Finlandia mengusulkan hipotesis lain. Laporan Wilkinson mendapat masalah ketika leluhur awal bermigrasi ke lintang utara beriklim dingin 2 juta tahun lalu.

"Pendapat pribadi saya bahwa ektoparasit dapat menjelaskan asal-usul ketelanjangan manusia dengan cara yang memuaskan," kata Rantala.

"Warna kulit kami berubah tapi kami tidak mendapatkan kembali rambut. Pasti ada manfaat selektif lainnya untuk menjadi telanjang dari alasan hanya thermoregulatory," kata Rantala.
Avoidance of overheating and selection for both hair loss and bipedality in hominins

Graeme D. Ruxton1 dan David M. Wilkinson2
  1. Institute of Biodiversity, Animal Health and Comparative Medicine, College of Medical, Veterinary and Life Sciences, University of Glasgow, Glasgow G12 8QQ, United Kingdom
  2. School of Natural Sciences and Psychology, Liverpool John Moores University, Liverpool L3 3AF, United Kingdom
PNAS December 12, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1113915108
David Wilkinson http://publications.ljmu.ac.uk/departments/75/people/927
Markus Rantala http://users.utu.fi/mjranta/
Graeme Ruxton http://www.gla.ac.uk/researchinstitutes/bahcm/staff/graemeruxton/

Gambar : Lionel Bret/Photo Researchers Inc.

Artikel Lainnya: