Pages

Bakterial Esperanto Gunakan Sandi Repertoar Ax21

Jurnal KeSimpulan.com - Bakteri bersel tunggal saling berkomunikasi satu sama lain menggunakan kode pesan repertoar untuk koordinasi serangan pada target.

Selama 20 tahun terakhir, para peneliti menunjukkan bakteri menggunakan sinyal khusus untuk berkomunikasi. Bonnie Bassler, pelopor studi komunikasi bakteri, menyebut "bakterial esperanto".

Sinyal terakumulasi dalam lingkungan eksternal seiring sel-sel tumbuh.

Ketika konsentrasi mencapai tingkat tertentu, bakteri memobilisasi bersama dalam gerakan komunal.

Dua kelompok utama bakteri (Gram-positif dan Gram-negatif) menggunakan jenis kode komunikasi berbeda.

Namun sinyal baru disebut Ax21 ditemukan ketika bakteri menginfeksi tanaman.

Persepsi Ax21 oleh bakteri lain memicu perubahan besar dalam program genetik, mengubah ekspresi hampir 500 gen atau 10% genom bakteri. Perubahan memungkinkan bakteri berkumpul dalam bunker perlindungan disebut biofilm yang resisten antibiotik.

Berdasarkan komunikasi dan kehidupan komunal, bakteri meningkatkan daya tahan hidup dan proliferasi. Persepsi Ax21 juga mengatur produksi senjata yang ditembak langsung ke dalam host untuk mengganggu imun dan ekspansi situs baru.

Tanaman padi tidak berdaya melawan serangan mediasi Ax21 kecuali tanaman yang membawa reseptor kekebalan tertentu disebut XA21 yang mampu mendeteksi Ax21.

Para peneliti menunjukkan Ax21 tidak hanya patogen tanaman, tetapi juga patogen manusia yang menginfeksi pasien rumah sakit. Artinya eksplorasi genom pada spesies bakteri lain juga menggunakan protein ini untuk berkomunikasi dan mengkoordinasikan infeksi.
Small Protein-Mediated Quorum Sensing in a Gram-Negative Bacterium

Sang-Wook Han1, Malinee Sriariyanun1, Sang-Won Lee1,2, Manoj Sharma1, Ofir Bahar1, Zachary Bower1, Pamela C. Ronald1,2
  1. Department of Plant Pathology and the Genome Center, University of California Davis, Davis, California, United States of America
  2. The Department of Plant Molecular System Biotechnology and Crop Biotech Institute, Kyung Hee University, Yongin, South Korea
PLoS ONE 6(12): e29192, December 12, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0029192
Gambar : Sang-Wook Han et.al., BMC Microbiology, DOI:10.1186/1471-2180-8-164

Artikel Lainnya: