Pages

Tikus Hitam Rattus rattus Migrasi Out of India

Jurnal KeSimpulan.com - Di mana-mana ditemukan manusia, Anda menemukan tikus di sekitarnya. Tikus Hitam Rattus rattus membonceng manusia untuk kolonialisasi global!

Sekitar 1 juta tahun lalu percabangan keluarga memisahkan Tikus Hitam Rattus rattus dari berbagai spesies Rattus lain termasuk tikus Norwegia Rattus norvegicus.

Meskipun kita memberi harta karun berupa sampah, tikus selalu membayar kita dalam bentuk wabah tifus dan malapetaka pertanian.

Tidak ada biogeografi silsilah tikus dan relatif tidak dikenal bagaimana organisme ini terdistribusi di planet ini.

Bioarkeolog Ken Aplin dan rekannya berangkat untuk menemukan bagaimana hubungan intim kita dengan rekan tikus yang ditakuti dan dicaci maki penduduk.

Aplin menemukan beberapa spesies tikus secara genetik serupa dengan Tikus Hitam sehingga membentuk sebuah kompleks leluhur dekat. Bahkan hanya 1 juta tahun lalu dan terdiri 6 garis keturunan diversifikasi 200.000 tahun lalu bertepatan periode akhir glasial Pleistosen tengah.

Keenam garis keturunan dari leluhur di India. Ini mendukung hipotesis migrasi Out of India. Garis I tetap tinggal di sana. Garis II tinggal di Asia Tenggara, berkeliaran di Mekong River basin. Kedua keturunan terpisah ~200.000 tahun lalu.

Garis III terbatas di Himalaya dan garis V diduga menjadi spesies berbeda dari Rattus karena perbedaan morfologi konsistes sebagai spesies yang berdampingan.

Garis VI terdiri dari dua spesies Rattus dengan perbedaan morfologis seperti V dan tidak ditemukan di pemukiman manusia. Terakhir, garis IV dibatasi Sungai Mekong dan nyaris tumpang tindih dalam rentang silsilah II.

Perpisahan garis keturunan I, II dan IV terjadi lebih dari 500.000 tahun, jauh sebelum pemukiman manusia. Bukti fosil manusia Asia antara 50-60 ribu tahun lalu, namun tetap tidak terjadi sampai Holocene atau 10.000 tahun terakhir.

Dengan demikian, garis keturunan Tikus Hitam datang sebelum kedatangan manusia. Tetapi kedatangan manusia membakar hutan untuk pertanian. Leluhur Tikus Hitam kelak mengambil keuntungan komensalisme tersebut.

Selama Zaman Eksplorasi terutama di kota-kota pelabuhan tradisional beberapa individu menunjukkan sinyal genetik ke pulau-pulau Asia Tenggara di pertengahan hingga akhir Holosen atau sekitar 50-10 ribu tahun lalu.

Hal ini akan terjadi setelah glasiasi terakhir ketika permukaan laut puluhan meter lebih rendah dan ada hubungan intermiten antara daratan Asia dengan Malaysia, Taiwan, dan Indonesia.

Jadi era awal transportasi perahu, garis keturunan tikus II dan IV bergegas melintasi lanskap. Ketika manusia bermigrasi, tikus yang mengais sampah manusia, membuntuti di sepanjang jalan dalam lingkungan baru.

Setelah tingkat air laut naik mereka terjebak. Isolasi mempromosikan keragaman tinggi spesies-spesies dan dalam garis keturunan yang kita lihat sekarang di Asia Tenggara.

Sementara tikus mungkin tampak seperti mengekor jejak kita. Hal ini jelas bahwa kita digunakan sebagai kendaraan dalam upaya tikus untuk dominasi global!
Multiple Geographic Origins of Commensalism and Complex Dispersal History of Black Rats

Ken P. Aplin1 et.al.
  1. Australian National Wildlife Collection, CSIRO Ecosystem Sciences, Canberra, Australia
PLoS ONE 6(11): e26357, November 2, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0026357

Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia

Pedro Soares1 et.al.
  1. Institute of Integrative and Comparative Biology, Faculty of Biological Sciences, University of Leeds, Leeds, UK
Molecular Biology and Evolution, Volume 25, Issue 6, Pp.1209-1218, March 21, 2008

Akses : DOI:10.1093/molbev/msn068
Gambar : Ken P. Aplin et.al., DOI:10.1371/journal.pone.0026357.g004

Artikel Lainnya: