Pages

Start Palsu Ambang 100 milidetik Dilakukan Pelari Putri

Jurnal KeSimpulan.com - Sprinter harus bereaksi begitu cepat setelah pistol meletus. Selisih sangat kecil di start awal menjadi penentu antara kemenangan dan kekalahan.

Namun, pelari elit dunia putri secara teratur melompat sebelum pistol meletus dan lolos hingga kini, demikian hasil penelitian baru menyoroti definisi dan standar start reaksi manusia.

Dengan ambang 100 milidetik, teknologi saat ini mungkin tidak bisa mendeteksi start palsu yang sebenarnya.

Di event Olimpiade, teknologi sering menemukan false start ketika pelari menerapkan trik tekanan awal 100 milidetik pertama sebelum tembakan pistol dimulai.

James Ashton-Miller, mekanikawan University of Michigan, dan rekannya menganalisis data ratusan pelari putra dan putri di Olimpiade Beijing 2008 menemukan podium medali bisa berubah.

Waktu reaksi sprinter putra 109 milidetik sedangkan waktu reaksi putri 121 milidetik dengan rata-rata dari 166 milidetik untuk putra dan 188 milidetik untuk putri.

Jika waktu reaksi tercepat seorang pelari adalah 160 milidetik, tetapi berhasil meninggalkan blok antara 100 milidetik dan 160 milidetik setelah pistol berbunyi maka ia melompat sebelum start resmi dimulai.

Putri memiliki keuntungan lebih besar. Ada lebih banyak waktu sepanjang 100 milidetik ambang batas dan waktu reaksi mereka sendiri. Ukuran tubuh wanita kecil dan kekuatan otot lebih rendah sehingga kurang menghasilkan gaya yang memicu alarm start palsu.

Para peneliti merekonstruksi dan hasil urutan podium finisher menjadi banyak berubah. Start palsu mungkin juga terjadi di cabang lain seperti renang dengan melompat sebelum start.

Laporan ke PLoS ONE ini mungkin juga menawarkan keselamatan laju kendaraan di jalan raya untuk berhati-hati pada dimensi kecepatan. Setidaknya meningkatkan kesadaran tentang batas waktu reaksi manusia.
On the Implications of a Sex Difference in the Reaction Times of Sprinters at the Beijing Olympics

David B. Lipps1, Andrzej T. Galecki2,3, James A. Ashton-Miller1,3,4,5
  1. Department of Biomedical Engineering, University of Michigan, Ann Arbor, Michigan, United States of America
  2. Department of Biostatistics, School of Public Health, University of Michigan, Ann Arbor, Michigan, United States of America
  3. Institute of Gerontology, University of Michigan, Ann Arbor, Michigan, United States of America
  4. Department of Mechanical Engineering, University of Michigan, Ann Arbor, Michigan, United States of America
  5. School of Kinesiology, University of Michigan, Ann Arbor, Michigan, United States of America
PLoS ONE 6(10): e26141, October 19, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0026141
Ashton-Miller https://me-web2.engin.umich.edu/pub/directory/bio?uniqname=jaam

Artikel Lainnya: