Pages

Sinestesia Warisan Gen Pemroses Memori Untuk Survive

Jurnal KeSimpulan.com - Kondisi sinestesia mengaburkan batas indera, kemampuan unik "melihat" musik, "mendengar" warna, kata-kata dan pengalaman lain.

Suatu kondisi dengan konsep asosiasi yang tampaknya tidak berhubungan. Insiden paling banyak di kalangan seniman. Pertanyaannya, mengapa kondisi neurologis ini bertahan selama ribuan tahun?

Orang dengan sinestesia (Yunani kuno: "sensasi") rangsangan sensorik dalam satu jalur yang memicu pengalaman di area lain.

"Bagi kita, masing-masing indra penglihatan dan pendengaran beroperasi dalam isolasi relatif," kata David Brang, psikopersepsian University of California di San Diego.

"Tapi orang Synesthesia, ada hubungan berlebihan antar indera sehingga mendengar warna atau paling umum melihat warna tertentu dengan angka dan huruf, terlepas warna bidang."

Sinestesia terjadi tujuh kali lebih umum pada seniman dan jenis profesi kreatif lainnya. Mereka menggunakan kemampuan kreasi metafora sebagai umpan untuk musik, sastra dan visual.

Novelis Vladimir Nabokov melihat huruf dalam rona berbeda, musisi Duke Ellington menafsirkan notasi sebagai warna, dan pelukis Joan Mitchell mengkaitkan warna dengan huruf dan suara. Filsuf Yunani dan matematikawan Pythagoras menghasilkan deskripsi pertama yang diketahui mengindap sinestesia.

Peneliti menduga dasar genetik sinestesia cenderung beredar dalam keluarga yang telah hadir sepanjang sejarah manusia dengan prevalensi 2-4 persen penduduk dunia.

Sinestesia mungkin mengilhami sejarah seni dan sastra terbaik tapi sulit untuk memahami mengapa evolusi melestarikan kondisi tersebut.

Dalam rantai makanan manusia awal butuh sedikit melihat warna biru ketika burung berkicau atau mencicipi buah ketika menyentuh daun basah. Sinestetis juga alat mengatasi hambatan spasial untuk kelangsungan hidup.

Brang menemukan link antara sinestesia dan berbagai manfaat konseptual dan perseptual. Evolusi memilih gen yang bertanggung jawab atas kondisi karena agenda tersembunyi.

"Synesthesia tidak hanya permainan kata-kata yang dalam populasi tetapi benar-benar meningkatkan sejumlah ciri-ciri termasuk memori, pemrosesan warna dan mungkin kreativitas."

"Sinestetis cenderung memiliki pemrosesan lebih baik dalam rangsangan sensoris sederhana dari dunia."

"Orang yang melihat angka dan huruf memiliki warna tertentu lebih mampu membedakan warna yang sama dan bahkan mendeteksi warna. Mereka juga menggunakan asosiasi nomor-warna untuk membantu menghafal angka."

"Synesthesia terkait perubahan skala besar cara otak memproses informasi, sesuatu yang lebih mendasar. Sinestesia adalah akhir ekstrim dari 'khas' proses multiindrawi."
Survival of the Synesthesia Gene: Why Do People Hear Colors and Taste Words?

David Brang1 dan V. S. Ramachandran1
  1. Department of Psychology, University of California, San Diego, La Jolla, California, United States of America
PLoS Biology 9(11): e1001205, November 22, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pbio.1001205
David Brang http://psy2.ucsd.edu/~dbrang/main.html

Artikel Lainnya: