Pages

Radiasi Radioaktif Fukushima Daiichi Di Bawah Ambang

Jurnal KeSimpulan.com - Tingkat radiasi Fukushima lebih rendah dari prediksi. Dampak kebocoran radiasi reaktor nuklir Fukushima Daiichi Jepang tidak separah perkiraan.

Ikuo Kashiwakura, radiolog Hirosaki University, Jepang, dan rekan langsung, tancap gas ke prefektur Fukushima untuk mengukur tingkat radiasi lebih dari 5.000 orang antara 15 Maret hingga 20 Juni.

Hanya 10 orang dengan tingkat sangat tinggi radiasi, namun level masih di bawah ambang batas sindrom radiasi akut dan kehancuran saluran pencernaan.

Pertanyaannya, bagaimana penduduk prefektur Fukushima terhindar dari radioaktivitas?

Gerry Thomas di Imperial College London, direktur Chernobyl Tissue Bank, mengatakan jawabannya sederhana.

"Tidak banyak bahan radioaktif keluar dari pembangkit. Ini bukan Chernobyl," kata Thomas.

Bencana nuklir Chernobyl meludah 10 kali radiasi Fukushima Daiichi. Selain itu respon cepat dan menyeluruh pemerintah Jepang membatasi paparan radioaktif di beredar di penduduk.

Tanggal 12 Maret ketika ledakan pertama Fukushima Daiichi, pemerintah memerintahkan evakuasi penduduk dari radius 20 kilometer dan meminta berbagai institusi memantau level kontaminasi.

Bencana di Jepang menjadi fenomenal. Kondisi simultan akibat tsunami, gempa dan kerusakan reaktor pembangkit nuklir.

"Mereka tidak punya faks, tidak ada email, tidak ada yang bekerja," kata Thomas.

Pihak berwenang Jepang juga mengamankan makanan yang terkontaminasi dan memberi yodium kepada anak-anak. Yodium radioaktif dapat mengkontaminasi kelenjar tiroid dalam tubuh tetapi menetral.

"Ada banyak daerah 'hotspot' di mana radioaktivitas terakumulasi karena curah hujan tidak merata. Orang-orang Jepang memiliki tanggung jawab melanjutkan penelitian efek radioaktivitas hingga generasi selanjutnya," kata Kashiwakura.
Individual Radiation Exposure Dose Due to Support Activities at Safe Shelters in Fukushima Prefecture
Satoru Monzen1, Masahiro Hosoda1, Shinji Tokonami2, Minoru Osanai1, Hironori Yoshino1, Yoichiro Hosokawa1, Mitsuaki A. Yoshida2, Masatoshi Yamada2, Yasushi Asari3, Kei Satoh2, Ikuo Kashiwakura1
  1. Department of Radiological Life Sciences, Hirosaki University Graduate School of Health Sciences, Hirosaki, Japan
  2. Hirosaki University Research Institute for Radiation Emergency Medicine, Hirosaki, Japan
  3. Department of Emergency and Disaster Medicine, Hirosaki University Graduate School of Medicine, Hirosaki, Japan
PLoS ONE 6(11): e27761, November 16, 2011

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0027761

Radiation Measurements at the Campus of Fukushima Medical University through the 2011 off the Pacific Coast of Tohoku Earthquake and Subsequent Nuclear Power Plant crisis

Tsuneo Kobayashi1
  1. Fukushima Medical University
arXiv:1111.2395 (Submitted on 10 Nov 2011)

Akses : arXiv:1111.2395
Ikuo Kashiwakura http://www.hs.hirosaki-u.ac.jp/~kashiwakura/
Gerry Thomas http://www1.imperial.ac.uk/medicine/people/geraldine.thomas/

Artikel Lainnya: