Pages

Perangkat Lunak Menilai Tipuan Wajah Cantik Digital

Jurnal KeSimpulan.com - Foto dipermak software 'airbrushing' pada gambar digital. Sekarang para peneliti datang dengan alat untuk menganalisis sejauhmana gambar telah diedit.

Filippa Hamilton, model Ralph Lauren, terlihat glamor, tetapi apakah fisiologis memungkinkan pinggulnya lebih kecil dari kepala. Supermodel Twiggy terlihat begitu menakjubkan, tetapi mungkinkan kulit semulus di usia 62 tahun?

Dewi Persik berwajah plastik secara nyata, tetapi digital touch-up foto selebriti mungkin menipu pembaca agar melirik Cosmopolitan.

Bagaimanapun manusia cukup baik mengisahkan tubuh yang tidak alami.

"Saya pikir pasti punya beberapa manfaat," kata anggota parlemen Inggris, Jo Swinson, yang berkampanye anti Retouched.

Untuk melihat apakah komputer dapat melakukan hal sama, peneliti merekrut 390 relawan dan meminta melihat 468 foto asli dan pasangan masing-masing skala 1 sampai 5 pada bagaimana gambar telah diedit.

Para peneliti kemudian menciptakan metrik dengan 8 parameter statistik seperti warna, blur, tekstur, sharpen, bentuk dan potongan daerah yang sedap dipandang dalam foto.

"Anda tidak membedakan penyeimbangan putih atau cropping dan mengurangi tubuh dengan 20 persen atau airbrushing setiap kerut," kata Hany Farid, forenser digital Dartmouth College di Hanover, New Hampshire.

Amazon's Mechanical Turk digunakan untuk mengubah peringkat tunggal menjadi peta korelasional 8 statistik dan persepsi manusia dalam manipulasi foto lalu melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Farid bekerja sama dengan Kevin Connor, mantan manajer produk Adobe, untuk membuat sebuah plug-in Photoshop yang dapat menilai gambar secara real-time selama proses editing.
A perceptual metric for photo retouching

Eric Kee1 dan Hany Farid1
  1. Department of Computer Science, Dartmouth College, Hanover, NH 03755
PNAS November 28, 2011

Akses : DOI:10.1073/pnas.1110747108

Hany Farid http://www.cs.dartmouth.edu/farid/Hany_Farid/Home.html
Jo Swinson http://joswinson.org.uk/

Gambar : The Advertising Archives

Artikel Lainnya: