Pages

Pencarian Materi Gelap Mencari Hipotesis Alternatif

Jurnal KeSimpulan.com - Pernyataan tepat mewakili keadaan ilmu pengetahuan saat ini bahwa kita menatap dan tetap yakin bahwa masih banyak kegelapan di luar sana.

Ada perasaan yang berkembang bahwa kita semakin dekat untuk menemukan sifat sejati dari hal-hal yang sukar dipahami. Setidaknya sejumlah eksperimen yang tampaknya memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi.

Ada 2 persyaratan masuk akal dari dataset dan skema teoritis untuk alam semesta.

Pertama, model standar kosmologi (Lambda-Cold Dark Matter) mensyaratkan 96% alam semesta terdiri dari hal-hal yang bersifat tidak diketahui yang tidak dapat langsung diamati.

Sekitar dua pertiga materi ini tidak diketahui sehingga dijuluki energi gelap. Komponen yang disebut materi gelap karena komponen sisi gelap yang mampu menghasilkan gravitasi.

Dalam konteks ini, materi gelap menyeimbangkan matematika dalam satu set rumus dengan mengatakan kepada kita bahwa 96% dari alam semesta tidak terlihat dan tidak terdeteksi.

Kedua, materi gelap jauh lebih didasarkan pada pengamatan suara dan fisika konvensional. Galaksi dan cara di mana galaksi cluster serta berinteraksi secara dinamis tidak masuk akal jika terdiri dari hanya jenis yang diketahui terlihat.

Data awal dari pesawat ruang angkasa PAMELA menunjukkan fluks anomali sinar kosmik, mendorong spekulasi penampakan materi gelap. Teori ini tidak mendapat dukungan luas, tapi spekulasi kembali datang dari FERMI-LAT yang menemukan kejutan positron (antimateri).

Temuan diikuti oleh teleskop lainnya yang khusus melakukan pencarian untuk jalur sinar gamma yang timbul dari pemusnahan atau pembusukan materi gelap.

Di sini disimpulkan atau setidaknya hipotesis bahwa materi gelap dapat lebur dalam pusat-pusat panas, padat dan dinamika galaksi termasuk galaksi kita.

Eksperimen berbasis darat mencari bukti langsung partikel materi gelap. Large Hadron Collider mencari tanda tangan partikel supersimetri. Tetapi tidak ada penampakan neutralino yang meyakinkan atau supersymmetrical sejauh ini.

Eksperimen bawah tanah DAMA/LIBRA dan lainnya dirancang agar secara langsung mengidentifikasi partikel lemah meskipun sekali lagi sampai saat ini semua tidak meyakinkan.

S. Capozziello et.al. memaparkan masih banyak misteri yang belum tercover sains ilmu pengetahuan. Tantangan materi gelap tidak hanya di lapanngan tetapi mungkin juga dalam ranah hipotesis.
The missing matter problem: from the dark matter search to alternative hypotheses

S. Capozziello, L. Consiglio, M. De Laurentis, G. De Rosa, C. Di Donato

arXiv:1110.5026 (Submitted on 23 Oct 2011)

Akses : arXiv:1110.5026

Artikel Lainnya: