Pages

Partikel Neutrino Masih Lebih Cepat Dibanding Cahaya

Jurnal KeSimpulan.com - Data tambahan menunjukkan neutrino masih lebih cepat dari cahaya. Satu hasil paling mengejutkan fisika bahwa neutrino melesat lebih cepat dari cahaya.

Mereka belum lewat sebulan dari pengamatan uji verifikasi. Para peneliti melonggo, tetapi sekarang cukup percaya diri dengan hasil revisi yang mereka laporkan.

"Pengukuran kuat. Banyak kritik dan kebanyakan telah dibersihkan," kata Luca Stanco, fisikawan National Institute of Nuclear Physics di Italia.

Stanco bersama kolaborasi OPERA (Oscillation Project with Emulsion-Tracking Apparatus) mengejutkan dunia bulan September lalu.

Partikel hantu subatomik tiba di detektor tambang Gran Sasso Italia dari akselerator partikel CERN di Swiss sejauh 730 kilometer sekitar 60 nanodetik lebih cepat dibanding kecepatan cahaya.

Teori berjuang untuk mendamaikan temuan dengan hukum fisika. Teori Einstein tidak memiliki relativitas khusus partikel berjalan lebih cepat dari cahaya dan banyak fisikawan percaya temuan tenggelam dalam gumpalan partikel.

Orang-orang di kolaborasi OPERA juga gelisah. Stanco dan 15 anggota tim tidak menandatangani laporan preprint asli karena berpikir hasil premature. Salah satu fokus utama karena sulit menghubungkan hit neutrino individu di Gran Sasso yang melesat dari CERN.

Untuk memastikan, tim mengolah set kedua pengukuran menggunakan balok partikel 21 Oktober hingga 6 November lalu.

Mereka fokus mengamati 20 hit neutrino (eksperimen asli 16.000 hit). Tapi Stanco mengatakan balok partikel membuat hit lebih mudah untuk melacak dan waktu. Jadi 20 moment sangat kuat.

Tim juga re-analisis statistik dengan error 10 nanodetik. Beberapa anggota tim khawatir error sejati lebih besar. Stanco mengatakan temukan benar-benar kompatibel dengan laporan asli.

Sudah cukup bagi Stanco menandatangani namanya dalam laporan, meskipun 6 dari 7 anggota masih menolak. Tim berencana menyerahkan laporan ke jurnal fisika Eropa Kamis depan.

"Saya tidak begitu senang dari sudut teoretis. Tapi eksperimen lain harus mengukur sebelum yakin," kata Staco.
Measurement of the neutrino velocity with the OPERA detector in the CNGS beam

The OPERA Collaboraton: T. Adam, N. Agafonova, A. Aleksandrov, O. Altinok, P. Alvarez Sanchez, A. Anokhina, S. Aoki, A. Ariga, T. Ariga, D. Autiero, A. Badertscher, A. Ben Dhahbi, A. Bertolin, C. Bozza, T. Brugière, R. Brugnera, F. Brunet, G. Brunetti, S. Buontempo, B. Carlus, F. Cavanna, A. Cazes, L. Chaussard, M. Chernyavsky, V. Chiarella, A. Chukanov, G. Colosimo, M. Crespi, N. D'Ambrosio, G. De Lellis, M. De Serio, Y. Déclais, P. del Amo Sanchez, F. Di Capua, A. Di Crescenzo, D. Di Ferdinando, N. Di Marco, S. Dmitrievsky, M. Dracos, D. Duchesneau, S. Dusini, J. Ebert, I. Efthymiopoulos, O. Egorov, A. Ereditato, L. S. Esposito, J. Favier, T. Ferber, R. A. Fini, T. Fukuda, A. Garfagnini, G. Giacomelli, M. Giorgini, M. Giovannozzi, C. Girerd, J. Goldberg, C. Göllnitz,et al. (122 lannya)

arXiv:1109.4897 (Submitted on 22 Sep 2011, last revised 17 Nov 2011)

Akses : arXiv:1109.4897
Luca Stanco http://www.pd.infn.it/~stanco/biography.html
OPERA collaboration http://operaweb.lngs.infn.it/

Gambar : OPERA experiment

Artikel Lainnya: